LOMBOK – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Moh. Amin didampingi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi NTB, HL. Gita Ariadi, menaruh harapan besar untuk dibukanya kembali direct flight Australia-Lombok (BIL).

Hal itu diungkapkan saat menghadiri undangan Investor dari Australia di Hotel Katamala Senggigi, Kamis (9/3/2017).

Dihadapan 20 delegasi investor asal Australia, Wagub memaparkan bahwa selama ini angka kunjungan wisatawan dari Australia menuju ke destinasi-destinasi wisata yang ada di Lombok dan Sumbawa masih menempati posisi teratas, untuk itu pemerintah Provinsi NTB sangat berharap konektivitas Australia-Lombok dapat dibuka kembali dari bantuan para investor yang akan berinvestasi di NTB.

“Saya sangat berharap direct flight dari Australia menuju Lombok (BIL) dapat dibuka kembali, karena selama ini angka kunjungan wisatawan dari Australia ke Lombok berada pada posisi tertinggi, dan saya sangat sayangkan direct flight Jetstar waktu itu ditutup,” katanya.

Menanggapi ketertarikan para Investor tersebut untuk ikut ambil bagian dalam melakukan investasi bidang pariwisata di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Wagub menyambutnya dengan penuh kegembiraan dan harapan besar untuk dapat direalisasikan. Karena hal itu sejalan dengan tindak lanjut kunjungan kerjannya di Pert Australia pada tahun 2016 lalu bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia.

“Saya berharap rencana investasi ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja saya di Pert Australia tahun 2016 lalu”, kata Wagub.

Ketua delegasi Investor Australia Sally Ann Watts juga sangat kagum dengan kemajuan industry pariwisata di NTB, khususnya di Lombok. keindahan alamnya yang luar biasa telah menarik minat para delegasi Investor yang berjumlah 20 orang, yang terdiri dari para konsultan dan arsitek. Dia berharap dengan adanya pertemuan tersebut akan membuka konektifitas antara Provinsi NTB dengan Australia.

“Kami sangat kagum dengan keindahan dan kemajuan industry pariwisata di NTB, kami berharap investasi ini dapat terealisasi sehingga konektivitas Lombok dan Australia dapat dibuka kembali,” kata Sally.

(hms-ntb/red)