Ribuan Warga Dompu Padati JangZul-Mi, Gubernur Zul Paparkan NTB Gemilang

Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah, didampingi Bupati Dompu, H. Bambang H. M. Yasin, di lokasi acara Jumpa Bang Zul-Ummi Rohmi (JanZul-Mi) di lapangan kantor Bupati Dompu pada Jum'at pagi, (1/2/2019).

MN, DOMPU — Ribuan masyarakat memadati lapangan kantor Bupati Dompu pada Jum’at pagi, 1 Februari 2019. Mereka berdatangan untuk mengikuti acara Jumpa Bang Zul-Ummi Rohmi (JanZul-Mi).

Biasanya, kegiatan JangZul-Mi ini selalu digelar di halaman kantor Gubernur pada Jum’at pagi. Namun, mengingat antusiasme masyarakat yang menginginkan agar acara tersebut digelar di setiap kabupaten kota, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah langsung meresponnya dengan menggelar acara itu di Kabupaten Dompu.

Selain itu, JangZul-Mi edisi kali ini dimaksudkan untuk lebih mendekatkan masyarakat dengan Gubernur. Sehingga mereka yang tidak sempat hadir di halaman kantor Gubernur, dapat langsung bertatap muka dan menyampaikan uneg-unegnya kepada Gubernur dan Wakil Gubernur NTB.

Di halaman yang sudah didirikan tenda itu, masyarakat Dompu mulai memadatinya sejak pukul 06.30 Wita. Mereka terlihat antusias ingin bertemu dengan orang nomor satu di NTB itu. Bahkan, mereka berebut mencari posisi tempat duduk yang lebih dekat dengan Gubernur.

Gubernur, didampingi Bupati Dompu, H. Bambang H. M. Yasin, tiba di acara itu sekitar pukul 06.45 Wita. Namun, sebelumnya Gubernur dan Bupati mengawali paginya dengan senam bersama dengan ribuan masyarakat Dompu. Usai senam, Gubernur dan Bupati langsung menuju arena acara JangZul-Mi.

Gubernur menyampaikan visi besarnya adalah membangun NTB Gemilang. Ia menguraikan satu persatu yang dimaksud dengan NTB Gemilang itu. Pertama, NTB Gemilang itu adalah NTB yang masyarakatnya sejahtera dan mandiri.

Kedua katanya, NTB gemilang itu adalah yang asri dan lestari. “NTB ke depan adalah NTB yang indah, asri dan selalu menyapa kita sehari-hari,” jelas Alumni Inggris itu.

Ketiga, yang dimkasud NTB GEMILANG kata Gubernur adalah masyarakatnya sehat dan cerdas . “Apa gunanya sejahtera, mandiri, asri dan lestari namun masyarakatnya sakit sakitan,” jelasnya.

Keempat lanjut Gubernur, NTB gemilang adalah bersih dan melayani. “Orang dihormati dijaman sekarang kalau orangnya bersih,” jelas Gubernur yang peenah menjabat Anggota DPR RI hampir 15 tahun itu.

Kelima jelas Gubernur, NTB gemilang itu adalah NTB yang adil dan berkah. “tidak boleh hukum itu tajam ke bawah tumpul ke atas,” tegasnya

Yang terakhir kata Gubernur, NTB Gemilang itu adalah masyarakatnya siap bangkit kembali dan aman. Bencana yang menyapa kita beberapa waktu lalu katanya harus dijadikan pelajaran.

Sebelumnya Bupati Dompu menegaskan kesiapannya bersinergi dengan pemerintah Provinsi NTB untuk membangun daerah menuju NTB Gemilang. “Sejahtera dan mandiri itu seperti Dompu ini,” katanya di hadapan bupati dompu, jajaran pejabat dan ribuan masyarakat.

Ia melaporkan bahwa Dompu saat ini dalam keadaan kondusif dan jauh dari hal-hal yang berhubungan dengan gangguan keaamanan. “Ini berkat sinergi dari berbagai semua pihak,” ungkap Bupati yang memimpin Dana Nggahi Rawi Pahu itu.

Manfaat JANGZUL-MI Bagi Masyarakat

Nurhayati, salah seorang warga Dompu yang mengikuti kegiatan itu, mengaku senang digelarnya kegiatan tersebut. Sebab, ia dapat menyampaikan langsung permasalahan di sekitar, kepada Gubernur. Dan ia dapat mendengar langsung jawaban Gubernur atas permasalahan-permasalahan yang ia rasakan selama ini.

“Kalau bisa acara kayak gini diadakan terus,” katanya.

Ibu Sunarti, salah satu pelaku UMKM Dompu mengaku bersyukur digelarnya acara JangZul-Mi di dompu. Sebab, ia dapat mempromosikan hasil UMKMnya kepada ribuan masyarakat dompu yang hadir.

“Hari ini banyak yang laku dagangan saya,” katanya.

Hanya saja, ia meminta agar diberikan pelatihan untuk membuat kemasan yang memiliki nilai jual. Selain itu, ia juga menyampaikan agar diberi ruang untuk melakukan studi banding ke daerah lain.

Untuk diketahui, JangZul-Mi ini digagas untuk merespon langsung kebutuhan masyarakat oleh Gubernur. Sehingga, masyarakat tidak perlu lagi harus melewati sistem birokrasi yang panjang dan membutuhkan waktu lama. –(hsntb/mn-07)