Aplikator Diberi Waktu 30 hari Bangun Rumah Warga Korban Gempa

Danrem 162 WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, memberikan pernyataan pers usai rakor di Posko Terpadu Rehab Rekons Pasca Gempa NTB Kantor Sekertariat BNPB NTB Jalan Catur Warga Mataram, Senin (11/2/2019).

MN, MATARAM — Pengusaha atau Aplikator memiliki batas waktu maksimal selama 30 hari untuk membangun rumah rusak berat sesuai dengan model yang sudah terverifikasi. Batas waktu tersebut dituangkan dalam perjanjian Surat Perintah Kerja (SPK).

“Kami mengumpulkan para pengusaha untuk membahas sistemasi proses pencairan dana stimulan satu pintu untuk rumah rusak berat,” ungkap Danrem 162 WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, usai menggelar rapat bersama di Media Center Posko Terpadu Rehab Rekons Pasca Gempa NTB Kantor Sekertariat BNPB NTB Jalan Catur Warga Mataram, Senin (11/2/2019).

Proses pencairan satu pintu itu, kata Danrem, mulai dari antri sampai dengan pencairan bantuan dana menjadi SPK yang ditandatangani antara Aplikator dengan Pokmas itu sendiri.

Orang nomor satu di jajaran Korem tersebut juga memberikan penekanan kepada para pengusaha yang ikut menjadi aplikator rumah rusak berat.

”Karena ini permulaan, kami berikan kepada para pengusaha yang sudah siap, yang sudah memiliki workshop, gudang, alat angkut dan biasa bekerja dibidang tersebut karena perjanjian dalam SPK, dua hari setelah perjanjian material sudah berada di lokasi pembangunan, dan apabila tidak sesuai dengan isi perjanjian dalam SPK maka ada sanksi yang akan diberikan kepada pengusaha tersebut,” pungkasnya.

Sementara rapat koordinasi di Posko Terpadu Rehab Rekons Pasca Gempa NTB bersama Danrem 162 W, BPBD dan Dinas Perkim NTB, serta para pengusaha adalah terkait kesiapan rencana pencairan untuk rumah rusak berat yang akan dilakukan pada Selasa (12/2/2019) besok di dua lokasi, yakni di lapangan Tanjung Kabupaten Lombok Utara (KLU) dan di lapangan Transad Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur.

“Ada tujuh macam model rumah tahan gempa (RTG) yang sudah terverifikasi diantara Risha, Risba, Risbari, Riko, Rika dan lainnya, namun yang paling banyak diminati oleh Pokmas untuk saat ini adalah Risba dan Risbari karena menggunakan baja ringan,” ujar Kolonel Ahmad Rizal. –(mn-07)