KPU Mataram Goes To School, Sasar Pemilih Pemula

MN, MATARAM — KPU Kota Mataram terus melakukan sosialisasi secara masif jelang pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2019, guna meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pemilu dan juga untuk meningkatkan partisipasi pemilih.

Sasaran sosialisasi KPU Kota Mataram adalah kalangan pelajar yang ada di Sekolah Menengah Atas (SMA) melalui program KPU Goes To School, kali ini mengunjungi SMAN 7 Mataram.

Sosialisasi yang dilakukan KPU Kota Mataram bersama dengan relawan demokrasi dikalangan pelajar tersebut mendapatkan respon dan antusias yang positif dari para pelajar.

Dengan adanya sosialisasi yang menyentuh langsung kepada para pelajar atau pemilih pemula tersebut berdampak positif karena mereka bisa mendapatkan informasi tentang pemilu dari KPU sebagai salah satu institusi penyelenggara pemilu.

Koordinator Divisi Teknis KPU Kota Mataram, Syaifudin dihadapan para peserta sosialosasi menyampaikan berbagai hal terkait dengan pemilu mulai dari tata cara pencoblosan dan siapa saja yang boleh memilih.

Tidak itu saja, Komisioner asal Sumbawa tersebut juga menyampaikan terkait dengan tindak pidana pelanggaran pemilu, bahwa pemilih hanya menggunakan hak suaranya satu kali jika lebih maka akan kena pidana.

Dikatakannya bahwa sosialisasi Goes To School yang dilakukan saat ini untuk meningkatkan pemahaman terkait pemilu kepada pemilih pemula dan juga untuk meningkatkan partiaipasi pemilih.

Menurut salah satu peserta sosialidasi yaitu Lalu Kautsar (18), mengatakan langkah yang dilakukan KPU Kota Mataram dalam melakukan sosialisasi khususnya kepada pelajar itu sangat baik karena memberikan pemahaman terkait dengan pemilu.

“Kegiatan ini sangat bagus untuk meberikan pemahaman bagi pemilih pemula,” ucap siswa yang duduk di kelas XII jurusan IPA tersebut ketika ditemui setelah sosialisasi, Jum’at (15/2/2019).

Dengan adanya sosialisasi tersebut, ungkapnya, semaki menambah pemahaman bagi pemilu pemula karena pemilu kali ini merupakan yang pertama kali digelar secara serentak antara pemilihan presiden dan pemilihan legislatif.

Terkait siapa yang akan dpilihnya sudah ada pilihannya terutama pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan di pilih nanti pada Rabu 17 April mendatang. Karena kedua pasangan calon tersebut sudah diketahui atau dikenal namun yang menjadi kendala saat ini adalah calon anggota legislatif (caleg) yang begitu banyak diketahui.

“Kalau untuk pilpres sudah tau siapa-siapa calonnya. Nah kalau caleg tau hanya lewat sepanduk, baliho,” pungkasnya. –(mn-07)