PMII Bali-Nusra Ambil Peran Pencegahan Faham Radikal di Kampus

MN, LOBAR — Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) mengambil peran dalam menjaga NKRI dari pengaruh ideologi bertentangan.

Hal itu diungkapkan Sekjen Pengurus Besar PMII, Sabolah Al kalamby saat berbicara dalam pembukaan Pelatihan Kader Lanjut Angkatan I PMII Region Bali-Nusa Tenggara, Jumat, 15 Februari 2019 dihadiri oleh Wakapolda NTB Brigjen Pol Drs. Tajudin, Bakesbangpoldagri NTB HL. Normal Suzana, Kabinda NTB H. Tarwo Kusnarno, Perwakilan Danrem, Ketua Mabinda PKC PMII Bali-Nusra H. Marinah Hardi, Ketua GP Ansor NTB H. Zamroni Aziz, jajaran IKA PMII NTB, Sekjen PB PMII Sabolah Al-Kalamby, para alumni, senior dan kader-kader PMII. Acara PKL I Bali-Nusra ini dibuka langsung oleh Bakesbangpoldagri NTB HL. Normal Suzana.

“Negara kita mulai sadar pentingnya PMII dan organisasi Cipayung. Ada fenomena lain di luar kita, pemerintah telah membubarkan organisasi terlarang HTI,” ujarnya di Asrama Haji Narmada, Lombok Barat.

Meskipun HTI telah dibubarkan, namun negara menyadari bahwa ideologi HTI sangat sulit dihilangkan. Untuk itu peran PMII di dunia kampus sangat membantu menghilangkan paham bertentangan tersebut.

“Tetapi secara ideologi sulit dihapus dan itulah pentingnya PMII masuk ke kampus,” jelasnya.

Dengan massifnya pergerakan PMII maupun organisasi Cipayung lainnya (PMII, HMI, PMKRI, GMNI, GMKI), diharapkan dapat mencegah tumbuhnya paham HTI di kampus.

Wakapolda NTB Brigrjen Pol Drs Tajuddin, yang menghadiri acara tersebut mengatakan menjadi tanggung jawab semua pihak untuk menjaga NKRI. Dia juga berharap PMII dalam mengambil peran merawat bangsa.

“Semua elemen bangsa wajib mengamankan Indonesia. Tugas kita supaya jangan sampai negara kita ini timbul hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat begitu beratnya para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kita harus ikut mengamankan, menjaga,” ucapnya.

Dia juga tidak menampik adanya ideologi yang dilarang pemerintah seperti HTI, masih diam-diam beraktivitas. Dia berharap semua pihak dapat menjaga bangsa ini dari pengaruh ideologi terlarang.

“Pemersatu kita adalah Pancasila. Sekarang masih ada yang mencoba mengganti dasar negara kita,” terangnya.

Ketua PKC PMII Bali-Nusra Aziz Muslim “PKL ini merupakan kegiatan formal internal PMII untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia dan berdaya saing. Bagaimana kita bisa bersaing diluar kalau sumber daya kita bobrok.

Acara tersebut juga diisi dengan pernyataan sikap PMII NTB mendukung pelaksanaan pemilu yang kondusif dan bebas ujaran kebencian.

PMII NTB dalam deklarasinya mendukung pemilu damai, mengutuk segala fitnah dan provokasi yang memecah bangsa, mengutuk upaya penggiringan opini negatif dengan ujaran kebencian dan hoaks untuk mendiskreditkan kelompok tersebut, dan PMII menjaga ukhuwah islamiah  dan mendukung persatuan bangsa. –(mn-04)