MN, MATARAM — Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) menyambut baik dengan telah dikeluarkannya Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor 291.

Ketua Umum DPP APJATI mengatakan, dengan telah keluarnya Kepmen No 291 tentang pedoman pelaksanaan penempatan dan perlindungan pekerja migran indonesia ke Saudi Arabia melalui sistem penempatan satu kanal tersebut tentunya akan menjadi solusi pengiriman yang selama ini unprosedural (ilegal).

Berdasarkan data yang diperoleh ketum APJATI dari DPD khususnya di NTB ada sekitar 50 calon pekerja migran indonesia (PMI) yang diberangkatkan secara ilegal ke Arab Saudi.

“Maka dengan Kepmen 291 inilah yang nanti jadi acuan agar anak-anak dari NTB berangkat ke Saudi khususnya akan berangkat secara prosedural,” ucapnya di sela acara sosialisasi Kepmen 291, di Mataram, Kamis (21/2/2019).

Ketua Umum (Ketum) APJATI berharap agar Kepmen 291 bisa didalami dalam hal bagaimana menerapkan sistem penempatan yang mengacu pada UU No 18 tahun 2017 terkait dengan PPTKIS atau P3MI tidak boleh lagi merekrut PMI selain dari Dinas namun karena dianggap tidak semua dinas tenaga kerja yang siap dengan STLA maka APJATI ikut berkepentingan memfasilitasi anggota dengan membuka kantor bursa di NTB yang bertugas sebagai fasilitator bagi PJTKIS dan calon PMI yang ingin memdapat kerja di Arab Saudi.

Dalam penerapan Kepmen 291 ini juga, tambah dia, akan diserahkan sebanyak 109 P3MI ke pihak Kementerian LN dan nantinya siapa yang berhak dan layak diputuskan oleh pihak kementerian.

“Saya berharap ke 109 P3MI bisa ikut, namun ada hal dalam Kepmen ini bisa membuat tersandung yaitu bagi perusahaan yang terbukti unprosedural dalam penempatan di Arab Saudi,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua DPD APJATI NTB, H.Muhammadun menyambut baik langkah yang dilakukan oleh DPP APJATI yang melakukan sosialisasi Kepmen 291.

Menurutnya dengan adanya Kepmen tersebut akan membuka kran penempatan CPMI di Arab Saudi dan dilakukan secara prosedural.

Kegiatan sosialisasi juga dirangkaikan dengan acara pengambilan sidik jari terhadap para fasilitator yang nantinya akan dipersiapkan pada saat di bukanya kantor Bursa di NTB.

–(mn-07)