Disnakertrans NTB : Jumlah PMI di Luar Negeri Menurun Drastis

MN, MATARAM — Dinas Tenaga Kerja dan Transimigrasi (Disnakertrans) mengakui bahwa jumlah warga NTB yang bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri terjadi penurunan.

Dimana jumlah dari tahun 2018 jika dibandingkan dengan tahun 2017 lalu terjadi penurunan yang sangat drastis.

Menurut Kabid Penempatan dan Perluasan Kerja Disnakertran NTB, Abdul Hadi, mengatakan bahwa jumlah warga NTB yang bekerja ke luar negeri pada tahun 2018 kemarin sekitar 23.013 orang jika dibandingkan tahun 2017 sebanyak 40 ribuan orang lebih.

Penurunan terjadi karena terjadinya penghentian pengiriman PMI dengan negara tujuan Arab Saudi atau Timur Tengah.

“Arab Saudi di moratorium karena masih banyak persoalan, maka untuk pengiriman PMI dihentikan,” ucapnya dalam jumpa pers yang digelar di komplek kantor Gubernur NTN, di Jalan Pejanggik Mataram, Jumat (22/2/2019) pagi.

Namun walaupun dihentikan pengiriman ke Arab Saudi, ungkap Hadi, justru masih juga ada yang berangkat bekerja ke Arab Saudi tapi dengan menggunakan jalur ilegal.

Bahkan lanjutnya untuk pemberangkatan TKI non prosedural sudah dilakukan pencegahan oleh Satgas. “Mereka berangkat dengan cara estapet, ketika kita tanya mau ke luar negeri ya mereka menjawab ke Jakarta dan kenapa bapak larang, dia estapet caranya,” terangnya.

Namun ketika ada yang berhasil diamankan atau digagalkan berangkan timbul persoalan baru yang dihadapi oleh Satgas atau Disnakertrans yaitu tidak memiliki biaya untuk memulangkan calon PMI yang berhasil digagalkan tersebut.

“Kita menimal butuh Rp 200 juta untuk pencegahan dan sudah kita usulkan,” tegasnya.

Namun dana tersebut tidak keluar bersama dengan dan keluar negeri melakukan pengawasan yang idealnya untuk bisa bekerja semaksimal mungkin yaitu seberas Rp 5 Milyar pertahunnya,dana ini tidak keluar atau dicoret karena terjadinya bencana sosial bencana alam.

–(hs-ntb/mn-07)