PKM UNW Mataram Dampingi Industri Lokal Bersaing di Tingkat Nasional

MN, MATARAM — Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram melalui LPPM (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat), terus menunjukan eksistensi dan kiprahnya sebagai sebuah lembaga pendidikan yang berorientasi pada kemajuan ekonomi masyarakat.

Salah satunya melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM) UNW Mataram diselenggarakan oleh Kemenristek Dikti yang dipercayakan pelaksanaannya kepada 3 orang tim dari UNW Mataram, yakni Didin Hadi Saputra(Pendidikan Ekonomi) selaku Ketua, Meiyanti Widyaningrum (Pendidikan Ekonomi) selaku anggota, dan Samsul Bahri (Pendidikan Matematika) selaku anggota.

Ketua PKM, Didin Hadi Saputra mengatakan bahwa Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil produksi sapu berbahan serabut kelapa di Kelompok Namira dan Bina Taruna yang berada di Desa Telaga Waru Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur.

“Ini merupakan usaha industri masyarakat yang telah bermitra dengan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Nahdlatul Wathan Mataram,” ucapnya, Jumat (1/3/2019) kemaren.

Menurutnya, usaha ini telah dilaksanakan secara turun temurun oleh warga desa setempat. Setelah melakukan observasi singkat ke lokasi, PKM menemukan berbagai bentuk permasalahan mitra di pusat produksi sapu berbahan serabut kelapa diantaranya, kurangnya pasokan dari supplier bahan baku berupa serabut kelapa. Kurangnya mesin penumbuk kulit kelapa agar serabut kelapa yang dihasilkan lebih berkualitas dan lebih lembut. Tidak adanya mesin penyedot air untuk pembersihan serabut kelapa dan masih terbatasnya akses permodalan sebagai bentuk pengembangan usaha sapu dari bahan serabut kelapa agar proses produksi bisa berjalan dengan baik.

Sedangkan masalah yang lain adalah bagaimana proses menjalankan manajemen usaha secara utuh, mulai dari proses produksi, fasilitas atau peralatan yang digunakan untuk membuat sapu dari serabut kelapa.

“Salah satu yang paling urgen sekarang ini adalah sumber daya manusia (SDA) yang terbatas dalam rangka menjalankan operasional atau supply chain process, kemudian tata cara mengadministrasikan, mendokumentasikan hasil produksi serabut kelapa melalui media pemasaran agar output atau hasil akhir (seperti produksi yang meningkat dan jaringan pasar yang lebih luas) yang ingin didapatkan lebih optimal dan efektif,” tegasnya.

Maka lanjutnya solusi yang di tawarkan untuk mencapai tujuan PKM ini adalah, perluasan akses pasar, meningkatkan kemampuan manajerial, meningkatan pendapatan mitra, serta mendaftarkan merek dagang kedua mitra.

Setalah semua lini dibenahi, target khusus yang ingin dicapai dari PKM ini adalah meningkatkan kemampuan manajemen usaha mitra. Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan para pengrajin dalam melakukan deferensiasi produk baru.

Meningkatkan kemampuan pengrajin dalam menghasilkan produk berbahan serabut kelapa. Meningkatkan kemampuan pengrajin dalam memperoleh dan mengelola keuangan. Meningkatkan hasil produksi yang sesuai dengan permintaan pasar baik ditingkat lokal, nasional maupun internasional. Meningkatkan promosi dan perluasan wilayah pemasaran hasil kerajinan, dan berusaha untuk senantiasa menjaga kontinuitas hasil produksi. Dalam kegiatan ini akan dilakukan kegiatan penataan manajemen usaha, peningkatan ketrampilan pengrajin, pembinaan pengelolaan keuangan, peningkatan hasil produksi dan peningkatan promosi serta perluasan wilayah pemasaran.

Oleh karena itu, tim pelaksana kegiatan akan bekerjasama dengan tim praktisi, lembaga diklat, lembaga keuangan, dinas terkait dengan memaksimalkan fungsi tim pelaksana kegiatan dalam mendampingi pengrajin dan unit usahaa sehingga mempunyai kemampuan dan ketrampilan yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas serta hasil produksi sapu berbahan serabut.

“Diharapkan dapat menunjang peningkatan daya beli masyarakat dan peningkatan perekonomia dari daerah Nusa Tenggara Barat,” tegasnya.

–(mn-07)