Gubernur NTB : Apapun Bentuk Investasi, Tujuannya Kesejahteraan Masyarakat

Pertemuan Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah dengan Tim Korespondensi untuk Penelitian Kondisi Kebijakan Ekonomi di Provinsi NTB, dari Prospera dari kedutaan Besar Australia, Mr. Paul Berrnet, di Kantor Gubernur NTB, Jalan Pekanggik Mataram, Senin (4/3/2019).

MN, MATARAM — Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah menyampaikan komitmennya bersama Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, untuk memprioritaskan kesejahteraan masyarakat.

“Apapun bentuk investasi serta pembangunan yang berlangsung di NTB ini, tujuan utamanya adalah mensejahterakan masyarakat NTB,” kata Gubernur saat menerima Tim Korespondensi untuk Penelitian Kondisi Kebijakan Ekonomi di Provinsi NTB, dari Prospera dari kedutaan Besar Australia, Mr. Paul Berrnet, di Kantor Gubernur NTB, Jalan Pejanggik Mataram, Senin (4/3/2019).

Tugas Gubernur dan Wakil Gubernur bersama seluruh jajaran pemerintah Provinsi NTB saat ini, ungkap Gubernu Zul adalah, memastikan seluruh pembangunan yang ada, menjamin peningkatan ekonomi masyarakat. Misalnya, industrialisasi, yang akan dikembangkan di NTB, semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hadirnya industri harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Tidak boleh masyarakat jadi penonton,” tegas Gubernur.

Orang nomor satu di NTB itu mengungkapkan juga, peningkatan kapasitas sumber daya manusia sangat perlu dipacu untuk menghadapi pembangunan tersebut. Maka, pengiriman pemuda NTB untuk belajar ke luar negeri merupakan salah satu upaya peningkatan kapasitas itu.

“Jangan berpikir bahwa Industri itu harus yang besar-besar, tidak. Kita mulai dengan hal yang sederhana dulu, ” katanya.

Gubernur berharap, hadirnya Penelitian Kondisi Kebijakan Ekonomi di Provinsi NTB dapat melahirkan rekomendasi yang baik untuk kebijakan pembangunan ke depan.

Ketua Tim, Tirta Hidayat menjelaskan, ia bersama anggota tim akan mempelajari kebijakan ekonomi oleh pusat dan daerah. Apakah dalam kebijakan itu terdapat hal-hal yang kurang atau tidak, semuanya akan dilakukan kajian.

“Dari kajian itu kita akan mempelajari agar NTB ini lebih maju,” jelasnya.

Dalam waktu dekat ini, ia dan timnya akan berdiskusi dengan dinas dan badan terkait untuk mendapatkan data yang utuh mengenai kebijakan ekonomi itu.

Prospera jelasnya merupakan lembaga kerjasama Indonesia dan Australia di bidang ekonomi.

Bagikan :