Pusat Dorong NTB Kembangkan Jeruk Orange

Jeruk berwarna Orange atau Jeruk Keprok

Mataram, MATARAMnews – Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura NTB saat ini tengah serius mendorong petani asal Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) untuk mengembangkan buah jeruk berwarna orange/jeruk keprok.

“Ini untuk mengurangi dominasi jeruk impor di pasar local,”kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura NTB, Ir. Abdul Ma’ad, Selasa (24/1).
Rencananya, pengembangan jeruk orange/jeruk keprok ini akan di tanam di lahan seluas 500 hektar dan dilakukan secara bertahap. Untuk tahap awal di tanam benih atau bibit di areal seluas 100 hektar.

Kementerian Pertanian melalui Dirjen Pertanian Holticultura telah menetapkan kawasan Sembalun, Lotim sebagai sentra penghasil buah jeruk orange/jeruk keprok di Indonesia. Untuk itu, Kementerian Pertanian melalui Dirjen Pertanian Holticultura mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuki mengembangkan varietas jeruk ini.  

“Saat ini, saja Indonesia masih mengimpor jeruk dari China, Thailand, India dan Eropa. Karena itu untuk mengisi pangsa pasar yang cukup besar ini, Sembalun dipilih sebagai lokasi penanaman jeruk yang berwarna orange. Bahkan, Dirjen Pertanian Holticultura Kementerian Pertanian menetapkan kawasan Sembalu satu-satunya potensi holtikultura terbaik di Indonesia, dimana merupakan daerah yang sangat cocok bagi pengembangan tanaman jeruk jenis keprok 55 yang berwarna orange,”jelasnya.

Selanjutnya dikatakan, Ma’ad bahwa khusus untuk buah jeruk yang berwarna orange/jeruk keprok ini lebih banyak dibutuhan masyarakat Indonesia.
“Bagaimana mengatasi kekurangan ini mestinya, dapat disuplay oleh para petani kita. Akan tetapi kenyataannya, belum banyak yang mengembangkan varitas ini, sehingga kita terus selalu bergantung pada impor,”ujar Ma’ad.

Oleh karena itu, diharapkan Sembalun untuk kedepannya mampu memberikan solusi bagi kekurangan jeruk yang selama ini di impor dari beberapa Negara. Sehingga, mendapat nilai tambah bagi daerah dari produk asal NTB.