Samawi : Kiai Ma’ruf Tampil Unggul di Debat Cawapres

MATARAM, MN — Debat capres dan cawapres pada pemilu 2019 yang telah beberapa kali digelar, dan dipastikan akan dapat mempengaruhi suara pemilih.

Sekretaris Koordinator Nasional Solidaritas Ulama Muda Jokowi (Samawi), Aminudin Ma’ruf menilai bahwa pasca digelarnya debat cawapres sangat berpengaruh dalam menarik suara pemilih yang belum menentukan pilihannya atau pemilih ngambang.

“Masih ada beberapa kali segmen dan saya pikir juga seperti debat pertama dan kedua karena disaksikan oleh jutaan masyarakat indonesia akan mempengaruhi pergeseran terutama bagi masyarakat yang belum menentukan pilihan, masyarakat dari klaster didik,” ucapnya.

Menurutnya bahwa hal tersebut terjadi karena melihat bagaimana capres dan cawapres menjawab dan menguasai masalah pada saat debat.

“Saya pikir pasti ada pengaruhnya ada,” jawabnya ketika ditanya apakah ada pengaruh dari debat sesi ketiga antara cawapres yang digelar pada Minggu (17/3) malam kemaren.

Sementara itu dalam debat cawapres, KH Ma’ruf Amin tampak lebih unggul dibandingkan Sandiaga Uno. Aminudin menilai penampilan Kiai Ma’ruf sudah seperti yang dia diperkirakan sebelumnya dengan tampil tenang dan menguasai materi debat.

“Alhamdulillah sesuai dengan apa yamg kami prediksi, Pak Kiai Ma’ruf menyampaikan gagasan-gagasan yang Pak Jokowi sudah lakukan dan apa yang akan dilakukan lima tahun ke depan,” ujar Aminuddin di Mataram.

Aminuddin mengatakan latar belakang Kiai Ma’ruf sebagai pengasuh pondok pesantren membuatnya memahami isu-isu pendidikan, baik pendidikan formal maupun nonformal. Untuk sektor ekonomi, Kiai Ma’ruf juga merupakan praktisi bidang ekonomi syariah yang tentu memahami potensi ekonomi Indonesia.

Sedangkan pada sektor kesehatan, lanjut Aminudin, Kiai Ma’ruf tidak menampik bahwa ada beberapa persoalan pada program JKN dan KIS. Namun, ia menambahkan, Kiai Ma’ruf juga memberikan gambaran tentang apa yang harus dilakukan ke depan.

“Sementara sampai segmen empat, 3-1, Pak Kiai unggul di bidang pedidikan, kesehatan, dan ketenagakerjaan. Sementara Pak Sandi sedikit lebih unggul di bidang riset saat tadi menyampaikan kondisi masa depan riset yang ada di Indonesia,” pungkasnya.

–(mn-07)