Pantau UNBK SMK, Wagub Rohmi : Listrik dan Jaringan Jangan Sampai Terganggu

MATARAM, MN — Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah, melakukan pemantau pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di SMK Negeri 6 Mataram.

Dalam pemantauan tersebut Wagub Rohmi didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB H.M. Suruji, Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Mataram Ridha Rosalina, beserta tenaga pendidik di SMK 6 Mataram.

Dalam proses pelaksanaan UNBK, Wagub mengingatkan agar listrik dan jaringan jangan sampai terganggu. Ia meminta pihak penyelenggara mempersiapkan perangkat cadangan untuk membackup jika terjadi kemungkinan terburuk. Hal itu untuk menjaga agar konsentrasi siswa jangan sampai teganggu, sehingga mereka dapat memanfaatkan waktu ujian dengan sebaik-baiknya.

Wagub mengingatkan agar anak-anak zaman sekarang harus lebih diperhatikan perkembangannya secara psikologinya. Ia menambahkan saat ini yang terpenting menamkan sikap kepercayaan diri dan ethos kerja. Karena yang utama saat ini adalah mempersiapkan mental siswa untuk bersaing dan berjuang.

“Jika mental sudah terbangun dalam pendidikan kita, saya yakin mereka akan surfive. Jangan lembek jadi anak NTB, harus kuat, harus tahan banting, harus mau bekerja keras,” ujar Wagub, di Mataram, Senin (25/3/2019).

Kepala Dikbud NTB, H.M. Suruji berharap agar peluang untuk anak-anak bekerja setelah tamat, salah satunya melalui kerjasama Pemerintah Provinsi bersama ITDC yang selama ini sudah terjalin dapat dimanfaatkan. ITDC atau Indonesia Tourism Development Corporation akan memfasilitasi praktek, termasuk juga dengan memberikan tenaga pendidik.

“Alhamdulillah, ITDC tidak hanya pariwisata, untuk pertanian juga ITDC menyiapkan lahan 10 hektar untuk praktek budidaya tanaman,” jelasnya.

NTB memiliki masa depan yang cerah jika dilihat dari perencanaan pembangunan. Oleh karena itu, sumber daya manusianya harus disiapkan dan diasah agar nantinya tidak menjadi penonton akan hingar bingar pembangunan.

Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Aidi Furqon menjelaskan, jumlah siswa yang mengukuti UMBK se-NTB sebanyak 2.051 siswa, data saat ini masih diikuti 100%, karena sampai dengan pelaksanaan ujian, belum ada data siswa yang berhalangan atau tidak mengikuti ujian.

Untuk mengatasi masalah teknis seperti listrik padam, ia mengatakan sekolah telah menyiapkan Genset untuk memback up agar tidak terjadi gangguan dalam pelasanaan UNBK.

Sedangkan untuk mengatasi masalah IT seperti jaringan dan kerusakan komputer, sekolah juga telah menyediakan komputer cadangan untuk mengganti komputer yang rusak.

“Khusus untuk siswa yang berada di lokasi terdampak gempa, pemerintah memberikan keringanan dengan mengurangi tingkat kesulitan soal ujian,” jelasnya.

(hs-ntb/mn-07)

Bagikan :