Lombok Utara Berduka, Tokoh Perintis Terbentuknya KLU Tutup Usia

KLU, MN–Lombok Utara berduka, salah satu dari tokoh perintis terbentuknya Kabupaten Lombok Utara (KLU) H. Anggeng Aswadi, tutup usia pada Selasa 2 April 2019. Almarhum selama hidupnya dikenal banyak berperan bersama tokoh-tokoh lainnya menggagas rintisan pemekaran kabupaten Lombok Barat.

Jenazah almarhum yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat 3 periode (1997-2009) tersebut, dikebumikan pada Rabu 3 April 2019, selepas Sholat Zuhur di Pemakaman Dusun Kapu Jenggala Tanjung, Lombok Utara.

Hadir mengantar jenazah ke peristirahatan almarhum H. Anggeng Aswadi BA, terlihat Sekda KLU Drs. H. Suardi, MH, Kepala OPD lingkup Pemda KLU, tokoh birokrasi di KLU dan Lobar Drs. H. Alwi, sahabat sejawat almarhum masa DPRD KLU Mariadi SH, dan Jasman Hadi, SH, anggota DPRD Lobar Lukman Mukhtar M.Pd, sanak keluarga dan handai taulan, serta jamaah dan masyarakat yang mengenal almarhum.

Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, saat menghadiri pemakaman mengungkapkan penuh kenangan bersama almarhum, ketika masih kecil sudah sering melihat dan menyimak almarhum di podium. Seiring waktu, kemudian bersamanya pula berkiprah di DPRD Lombok Barat.

“Pada saat bersama di DPRD Lobar, beliau sebagai penasihat DPRD, menjadi tauladan bagi kami di dewan, terutama anggota dewan yang berasal dari Lombok Utara. Beliau tekun dan fokus terhadap tugas yang diembannya, tak terbengkali, selalu selesai,” tutur Bupati Najmul.

Bupati menambahkan, ini duka bagi Lombok Utara, perlu dan layak mengenang jasa dan kebaikan almarhum dalam merintis terbentuknya Kabupaten Lombok Utara, sebagai bagian dari tim pemekaran.

“Atas nama Pemda dan masyarakat KLU, kami menyampaikan turut berbela sungkawa atas meninggalnya beliau yang banyak berjasa bagi Lombok Utara yang kita cintai ini,” ujar Bupati terharu.

Dalam tausiyahnya, Bupati menyampaikan tak ada kesabaran yang sia-sia, dengan kesabaran yang berhikmah, Allah SWT meningkatkan derajat manusia dan terhapus dosa-dosanya.

“Kematian adalah pelajaran diam. Tak ada kemampuan manusia memajukan dan memundurkan sedetikpun, bila Allah SWT berkehendak. Saat ajal datang menghadap ke karibaan hadirat Allah SWT,” tutur Bupati di hadapan jama’ah pemakaman.

Dikatakannya, kubur adalah tempat menjawab pertanyaan Tuhan, yang jawabannya berdasarkan amal perbuatan, sekaligus sebagai pelajaran untuk orang hidup, arti dari kematian.

Sementara itu, menurut tokoh masyarakat yang juga tokoh birokrasi di KLU dan Lobar, mantan Asisten I Setda KLU Drs. H. Alwi, mengungkapkan almarhum H. Anggeng Aswadi itu adalah tokoh utama dari beberapa orang yang tergabung dalam Komite Pemekaran Kabupaten Lombok Barat. Karirnya meniti dari Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Tanjung hingga menjadi anggota DPRD Kabupaten Lombok Barat.

“Setelah pensiun, beliau menjadi barisan utama komite pemekaran terbentuknya Lombok Utara yang hari ini kita rasakan bersama, daerah kabupaten yang mekar dari Lombok Barat. Patut kita mendoakan agar beliau selamat dunia akhirat. Semoga amalnya diterima dan ditempatkan disisi Allah SWT,” tuturnya.

Mantan Asisten pada Setda Lobar tersebut, mengharapkan agar jasa almarhum jangan pernah dilupakan. KLU kini telah menapaki dasawarsa kedua sejak terbentuk pada tahun 2008 silam.

Menurut Ketua Dewan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara regional Bali Nusra, Kamardi SH, yang juga turut hadir di pemakaman menuturkan almarhum pernah menjadi Kepala Desa Jenggala yang memimpin masyarakatnya. Teladan yang patut digugu, lantaran semangat dan ketekunannya.

“Selamat berpulang kerahmatullah miq Anggeng, tenang dan lapang di alam barzah. Amien,” kata doa dari Kamardi.

(hs-klu/mn-07)

 

Bagikan :