KLU, MATARAMNews – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Cinta Damai yang memiliki Badan Hukum No. 523/BH/KDK.23.1/VIII/2005 tanggal 5 Agustus 2005, beberapa tahun terakhir ini terus mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dengan meningkatnya permodalan usaha yang dimiliki, termasuk keuntungan dan fasilitas seperti perkantoran yang sudah cukup memadai.

Beberapa anggota dan peminjam mengakui, berkembangnya KSP Cinta Damai yang terletak di Dusun Ancak Timur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, karena mengutamakan keramah-tamahan dan kekeluargaan yang menjadi ciri khas KSP yang satu ini. “Anggota maupun calon anggota banyak yang meminjam dan menyimpan secara sukarela”, ungkap seorang peminjam dan penabung yang enggan disebut namanya.

Melihat hal tersebut, ketua KSP Cinta Damai, Suwarto Spd dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) tahun ke enam yang dilaksanakan 28/1, berjanji dan bertekad untuk terus menjaga amanah dan kepercayaan yang sudah diberikan kepada koperasi ini. “Semua pengurus akan tetap menjaga kerpercayaan masyarakat ini”, kata Suwarto yang juga wakil ketua BPD Desa Karang Bajo.

Dalam bidang administrasi, menurut Suwarto, pihak pengelola terus berupaya melengkapi buku-buku administrasi sesuai kebutuhan organisasi perkoprasian yang hingga saat ini mencapai 95 persen, termasuk kegiatan administrasi tata usaha yang dilaksanakan dengan sistim akutansi. Seriring dengan perkembangan permodalan yang terus meningkat, sejak bulan Agustus tahun 2010 lalu, Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Cinta Damai, merintis perubahan sistem koperasi yang bersifat konvensional menjadi sistem Syari’ah.

Sistem ini dilengkapi dengan program administrasi computer syari’ah, yang dasari dengan pertimbangan bahwa moyaritas penduduk Lombok Utara beragama Islam, sehingga perlu adanya lembaga keuangan syari’ah yang sesuai dengan tuntunan ajaran Islam. “Landsan dalam mengembangkan lembaga keuangan syari’ah adalah kitab suci Al-Qur’an dan Al-Hadst serta kaedah hukum fiqih, sehingga pengurus, pengawas dan anggota sepakat untuk mengembangkan koperasi syari’ah dengan motto ‘menggapai syari’ah menuai berkah’”, jelasnya.

Pada tahun 2010, KSP Cinta Damai juga telah mendapat piagam penghargaan dari bupati KLU, sebagai koperasi yang sehat dan mandiri. “Penghargaan ini patut kita syukuri karena koperasi kita dinilai baik. Dan ini tentunya berkat kerjasama, kejujuran dan kesungguhan dari seluruh pengurus, karyawan dan anggota itu sendiri dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan KSP Cinta Damai”, tegas Suwarto.

Suwarto lebih lanjut mengatakan, bahwa pelayanan kepada anggota terus ditingkatkan baik dari segi keuangan maupun keramah tamahan dan kekeluargaan, karena hal tersebut menjadi ciri khas utama bagi pengurus, sehingga masyarakat banyak menyimpan sebagian rezekinya secara sukarela.

Hal senada juga diungkapkan oleh Yartip selaku pengawas KSP Cinta Damai. Menurutnya Administrasi keuangan yang digunakan pada KSP “Cinta Damai” sudah mengacu pada penggunaan sistim akuntansi keuangan. “Namun demikian pengurus dan karyawan hendaknya terus selalu meningkatkan
mutu dan kwalitas dalam administrasi keuangan maupun administrasi secara umum,” pintanya.

Demikian juga dengan usaha simpan pinjam terus mengalami kemajuan yang cukup signifikan. Permintaan peminjam dari anggota maupun masyarakat pengusaha kecil dan menengah setiap bulannya selalu meningkat. Ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan KSP Cinta Damai cukup positif.

Dan memasuki tahun keempat ini, jumlah simpanan sukarela per 31 Desember 2010 sebesar Rp 438. juta lebih,- Realisasi peminjam, Rp 2.015.558.000,- Dalam bidang permodalan, Simpanan Pokok Rp 27.000.000,- Simpanan Wajib Anggota Rp 30.998.000,- Simpanan Sukarela Anggota Rp 235.080,- Dana
Cadangan Rp 62.119.247,- dan Dana Cadangan Resiko Rp 30.951.378,- serta SHU nya sebesar Rp. 30.541.221.

Sementara sekertaris KSP Cinta Damai, Subardi S. Sos mengakui, kendati KSP Cinta Damai secara umum telah mengalami peningkatan, namun para pengurus menyadari bahwa selama tahun buku 2011 tentunya belum dapat memuaskan semua anggota, calon anggota serta masyarakat sekitar yang membutuhkan pelayanan koperasi ini. Untuk itu para pengurus berharap kepada seluruh anggota maupun calon anggota peminjam untuk dapat memberikan kritik maupun saran yang bersifat membangun KSP ini yang jauh lebih maju kedepan.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koprasi (Disprindagkop) Lombok Utara yang diwakili Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Ahmad Abdul Gani, M.Pd, dalam sambutannya pada RAT Koperasi Cinta Damai, memberikan apresiasi yang tinggi atas kemajuan yang telah dicapai KSP Cinta Damai. “Dari 111 jumlah koprasi yang ada di KLU, Cinta Damai termasuk urutan ke empat melakukan RAT pada tutup buku tahun 2011”, katanya.

Dikatakan, perkembangan koprasi di KLU cukup luar biasa. Ini terlihat seperti di Desa Karang Bajo, sedikitnya telah berdiri tiga buah koprasi, dan tentu ini akan membawa perubahan positif bagi peningkatan kesejahteraan anggotanya dan masyarakat. “Kita berharap disetiap dusun didirikan satu koperasi, sehingga Bank rontok yang bunganya mencapai 20 persen perbulan ini dapat diberantas”, tegasnya.

Acara RAT KSP Cinta Damai kali ini, selain dihadiri oleh pengurus dan anggotanya, juga hadir, camat Bayan yang diwakili Kasi PMD, Darmanom, S.Sos, tokoh masyarakat serta puluhan undangan lainnya.