Kasus KDRT Akan Berlanjut ke Meja Hijau

korban Arsanim saat memberikan kesaksian di kantor polisi

KLU, MATARAMNews – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menimpa korban Arsanim, warga Desa Karang Bajo Kecamatan Baya Kabupaten Lombok Utara, minggu 22/1 lalu yang diduga dipukul suaminya sendiri Made Budiadnya akan berlanjut ke meja hijau.

Hal tersebut terlihat dengan dipanggilnya korban untuk dimintai keaksiannya oleh Kanit Propost Polsek Bayan  28/1. Arsanim yang didampingi salah seorang petugas dari LBH APIK, Rusniatun mengaku, dirinya bersama keluarga akan membawa kasus KDRT ini hingga ke meja hijau atau pengadilan.

“Perosalan ini saya akan bawa ke pengadilan, karena pelaku tega memukul saya sebagai isterinya yang sedang hamil hingga harus dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Mataram”, kata Arsanim, seusai dimintai keterangannya di Polsek Bayan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Arsanim yang pegawai pengairan kecamatan Bayan tersebut dipukul oleh suaminya pada 22/1 lalu hingga pingsan. Dan pada saat kejadian diduga suaminya dalam keadaan mabuk. Akibatnya, Arsanim mengalami luka lebam di bagian mulut dan mata serta di sekujur tubuhnya, sehingga harus dirawat beberapa hari di RSU Mataram.

“Made Budiadnya yang biasa dipanggil Budi itu memukul saya dengan menggunakan tangan hingga saya tak sadarkan diri”, kata Arsanim kepada MataramNews.

Srinati, orang tua korban dan beberapa keluarganya mengaku geram atas ulah Budi yang dinilai tidak bermoral dan tega memukul istrinya yang sedang hamil. “Ini kelakukan yang tidak bermoral dan pantas diberi hukuman yang seberat-beratnya terhadap pelaku”, ungkap keluarga korban geram.

Sementara Budi, hingga saat ini masih meringkuk di sel tahanan Polsek Bayan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bagikan :