Siapa Pengganti Ahyar Abduh di Kota Mataram ?

Ketua IPNU NTB, Pauzan Basri

MATARAM, MN–Sejumlah daerah di NTB akan menggelar pesta demokrasi Pilkada Serentak Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota, salah satunya Kota Mataram dan tahapannya akan segera dimulai akhir tahun 2019 ini.

Terkait itu tentunya para kontestan sudah mulai mempersiapkan diri untuk melaju dan mengambil alih tahta kepemimpinan menggantikan Ahyar Abduh dan Mohan Roliskana di Kota Mataram.

Walikota Mataram Ahyar Abduh sudah memimpin Kota Mataram selama dua periode, tentunya sudah tidak bisa lagi untuk ikut berkompetisi merebut dan melanjutkan kepemimpinan di Kota Mataram.

Melihat kebelakang pada pilkada 2015 lalu, cukup banyak tokoh-tokoh sentral yang mencoba menawarkan dirinya di Kota Mataram. Sebut saja Kasdiono, Rosiyadi Sayuti, dan beberapa tokoh lainnya.

Publik tentu bertanya, siapa kira-kira yang layak dan pantas melanjutkan estapet kepemimpinan Ahyar Abduh dan Mohan Roliskana di Kota Mataram.

Menurut Ketua IPNU NTB, Pauzan Basri, mengatakan setelah Ahyar Abduh menjabat apakah mungkin akan melakukan estapet kepemimpin tentu ini menjadi pertanyaan publik di Kota Mataram.

“Mungkinkah Ahyar Abduh akan memberikan mandat dan menyiapkan putra sulungnya yang bernama Badruttamam Ahda Lc, merupakan¬† alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir untuk bertarung menjadi Walikota atau Wakil Walikota,” ucapnya, Senin (8/4/2019) petang.

Dimana Kota Mataram kita ketahui sudah cukup maju dan berdaya saing dalam pengentasan kemiskinan,laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pelayanan dasar di bawah kepemimpinan Ahyar Abduh dan Mohan Roliskana.

Maka lanjutnya, bahwa pasca Ahyar Abduh dan Mohan Roloskana untuk menjadi Walikota Atau Wakil Walikota Mataram, masih ada banyak PR besar yang harus diselesaikan oleh siapa penggantinya kedepan. Lebih-lebih pasca gempa yang saat ini sedang melakukan rokonstruksi, recovery dan juga melanjutkan pekerjaan-pekerjaan yang masih tertinggal di Kota Mataram.

“Kita juga ketahui akhir-akhir ini, putra sulung Ahyar Abduh banyak diundang oleh masyarakat Kota Mataram untuk mengisi pengajian-pengajian di Masjid-masjid di Mataram. Dia juga dikenal banyak melakukan kerja-kerja sosial dan kemanusiaan dalam membantu masyarakat Kota Mataram akhir-akhir ini,” terangnya.

“Bagi saya, jika Ahyar Abduh memasang putranya untuk bertarung melanjutkan esetapet kepemimpinannya di Kota Mataram,yang kita ketahui belum tahu banyak tentang birokrasi Kota Mataram, belum lagi Kota Mataram sebagai Ibu Kota Propinsi, disitu ada keragaman suku agama dan ras,tentu menurut saya cukup berat bagi seorang anak yang belum tau banyak mengenal medan Kota,” ungkapnya.

Lanjutnya bahwa bukan itu saja, pertanyaan publik akan muncul lagi, apa mungkin putranya nanti akan bisa mempertahankan daerahnya yang sudah maju dan bisa bersaing. secara IPM, Kota Mataram sudah meningkat setiap tahunnya serta sudah mampu bersaing dengan Kota-kota lain di indonesia sebagaimana apa yang telah dilakukan selama kepemimpinan Ahyar Abduh dan Mohan Roliskana.

“Putra sulung Ahyar Abduh, Badruttamam Ahda Lc, sudah mulai di sebut-sebut oleh banyak kalangan di Kota Mataram, dia disebut sebut dipersiapkan untuk menggantikan ayahnya untuk menjadi Walikota/Wakil walikota Mataram,” pungkasnya.

(mn-07)