BPSK Banyak Terima Aduan Sengketa Konsumen

Ilustrator

MATARAM, MataramNews – Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Mataram, setiap tahun menerima puluhan aduan masyarakat terkait dengan pelayanan konsumen. “Setiap bulan, kami menerima sedikitnya 10 aduan tentang sengketa konsumen.

Aduannya juga beragam, ada yang barang kedaluwarsa, masalah keuangan, dan sejumlah masalah lainnya,” kata Wakil Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Mataram Hj. Haerani, SH, Sabtu (28/1).

Ia mengatakan, sejak dibentuk pada 2010 lalu sampai saat ini banyak masyarakat yang memilih menyelesaikan sengketa konsumen di lembaga ini. Dengan adanya lembaga ini, segala masalah bisa dibicarakan lebih lanjut, karena dimediasi oleh pemerintah.

Jumlah kasus yang bisa diselesaikan juga cukup tinggi. Pada 2010 lalu, pihaknya menyelesaikan sengketa konsumen yang dibawa ke BPSK mencapai belasan perkara, namun pada 2011 ini naik menjadi 20 perkara. Jumlah itu adalah kasus yang terpaksa harus menjalani sidang mediasi di BPSK, karena belum ada titik temu antara konsumen dengan pengusaha.

“Kalau dari laporan yang masuk, jika bisa diselesaikan langsung, akan lebih baik, jadinya tidak perlu dibawa sampai ke BPSK,” ucapnya.

Untuk proses di BPSK, lanjut Haerani ditarget sampai tiga kali pertemuan, yaitu mediasi pertama mempertemukan di antara kedua yang bersengketa, mediasi kedua mencari jalan tengah, dan yang ketiga adalah keputusan. Proses ini ditarget bisa selesai sampai dua pekan.

Lebih lanjut ia mengatakan, 3 unsur dalam BPSK, yakni pemerintah, pelaku usaha dan konsumen. Tahun 2011 sudah ada 7 kasus yang di selesaikan melalui jalan mediasi atau perdamaian. BPSK terbentuk berdasarkan undang-undang nomor 88 tahun 1999 PP 49 tentaang perlindungan konsumen dan kepres nomor 11 tahun 2004 berakhir dengan jalan mediasi atau damai.