Bawaslu Mataram : Apel dan Patroli Pengawasan ini Sebagai Peringatan Dini

MATARAM, MN–Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Mataram gelar apel dan patroli pengawasan anti politik uang menjelang hari pemungutan dan perhitungan pemilu 2019.

Apel yang dikuti oleh seluruh perangkat Bawaslu Kota mulai dari Komisioner hingga Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), dihadiri Kapolres Mataram dan Asisten I mewakili Walikota Mataram tersebut tidak lain adalah sebagai peringatan keras dari pihak pengawas bagi yang ingin mencoba-coba melakukan pelanggaran dimasa-masa tenang menjelang hari pungut hitung Rabu 17 April besok.

Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri menegaskan bahwa apel yang digelarnya tidak lain sebagai warning atau sebuah perintan dini kepada peserta pemilu agar masa tenang yang dimulai tanggal 14-16 April 2019 tersebut tidak melakukan kegiatan kampanye.

“Apel ini merupakan warning dan peringatan dini terhadap peserta pemilu, bahwa kami dan jajaran akan melakukan patroli pengawasan,” ucapmya ketika ditemui di Lapangan Sangkareng Mataram, Jum’at (12/4/2019) pagi.

Menurutnya, dengan apel siaga ini seluruh PTPS akan melakukan patroli berbasis TPS, kalau selama ini Bawaslu Mataram di 2014 hanya berbasis kelurahan namun tahun 2019 ini partroli pemgawasan tolak politik uang berbasis TPS.

“Kami menghimbau kepada warga masyarakat dalam proses patroli ini untuk tidak melakukan hal-hal yang dilanggar sebagaimana diatur dalam UU pemilu, namun jika warga menemukan dugaan pelanggaran pada masa tenang segera lapor pada kami, baik kepada PTPS, Panwas Kelurahan, Panwascam,” ujarnya.

Selain itu, Hasan juga menambahkan bahwa dengan apel dan patroli pengawasan tolak politik uang tersebut juga merupakan bentuk pesan dari Bawaslu kepada semua stakeholder bahwa pemilu di Kota Mataram harus sukses yaitu sukese persiapan, sukses penyelenggaraan dan sukses juga pertanggungjawabannya.

Sementara itu, Kapolres Mataram AKBP Saiful Alam mengatakan bahwa jumlah personil yang diterjunkan dalam pengamanan proses pungut hitung kurang lebih 1500 personil yang terdiri dari personil Polres Mataram, Polda NTB, Brimob dan TNI.

Menurutnya bahwa saat ini situasi dan kondisi di wilayah Kota Mataram dalam situasi kondusif, namun warga masyarakat di minta untuk jangan terpengaruh dengan berita hoax dan ujaran kebencian. Bahkan ditegaskan pula pihaknya tetap menjaga Netralitas.

(mn-07)