Kredit Pintar Dorong Literasi Keuangan di Kalangan Mahasiswa Melalui Edukasi Fintech

MATARAM, MN–Mendukung misi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencapail inklus keuangan sebesar 75 % di Indonesia pada tahun 2019, Kredit Pintar, platform Peer – to – peer / P2P lending yang memanfaatkan Artificial Intelligence (Al) dalam penilaian kredit, berpartisipasi dalam acara edukasi FinTech di Mataram NTB.

Kegiatan yang bertujuan untuk mendorong kalangan mahasiswa dalam memainkan perannya melalui industri FinTech yang bertujuan untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.

Sebagai perusahaan FinTech yang sudah terdaftar di OJK sesuai dengan Peraturan OJK (POJK) No. 77 Tahun 2016, Kredit Pintar memberikan tempat berbagi pengetahuan, pandangan, dan perkembangan dari Peer-to-Peer Lending agar mahasiswa dapat menggunakan FinTech yang legal dan terdaftar di OJK sebagai platform dalam melakukan pemenuhan kebutuhan keuangan.

Senior Business Development Manager Kredit Pintar, Randy Santoso, mengatakan bahwa melalui kegiatan edukasi tersebut, Kredit Pintar ikut berbagi ilmu mengenai financial technlogy (fintech) kepada mahasiswa.

“Selain partisipasi dari mahasiswa juga dapat mendorong inklusi keuangan di Indonesia, Kredit Pintar juga ingin memberikan semangat kewirausahaan agar dapat lebih banyak orang yang berkontribusi secara positif ke industri ini,” ucapnya disela sela acara sosialisasi Perkembangan Fintech pada generasi milennial, di Fakultas Ekonomi Universitas Mataram, Sabtu (20/4) pagi.

Menurutnya bahwa seperti data dari Otoritas Jasa Keuangan pada 2018 lalu, perusahaan FinTech di Indonesia telah mengumpulkan total transaksi dari industri FinTech mencapai Rp 26 Triliun, kemudian pada April 2019, OJK telah mencantumkan 106 perusahaan FinTech yang sudah terdaftar/legal pada laman resmi OJK (www.OlK.go.id).

“Melihat dari total transaksi dari industri FinTech, hal ini tentu merupakan bukti bahwa industri FinTech semakin diminati. Hal tersebut menjadi salah satu faktor untuk kami dalam memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memahami dan lebih cermat dalam menggunakan FinTech, khususnya penggunaan platform kredit multiguna,” ujarnya.

Dilanjutkannya bahwa Kredit Pintar bersama dengan FinTech yang lain, tentunya yang sudah terdaftar oleh OJK terus berupaya untuk memaksimalkan edukasi mengenai FinTech ke seluruh lapisan masyarakat, khususnya mahasiswa dan pelajar.

“Dengan adanya acara seperti ini, kami berharap partisipasi dari kalangan pelajar dalam mendukung perkembangan dari industri FinTech agar ekosistem ini dapat tumbuh secara berkelanjutan,” pungkas Randy.

Perlu diketahui bahwa hingga saat ini, kredit pintar terus mendorong pemerataan tingkat kesejahteraan masyarakar dengan melayanu lebih dari satu juta nasabah masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Marauke dengan menyalurkan pinjaman lebih dari tiga triliun.

(mn-07)