PKS NTB : Ada Penambahan Kursi Setiap Dapil

Ketua DPW PKS NTB, Abdul Hadi, memantau entry data C1 di Kantor PKS NTB

MATARAM, MN–Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTB optimis pada pemilihan legislatif 2019 ada penambahan kursi disetiap daerah pemilihan (dapil).

Dimana berdasarkan hasil entry data C1 yang saat ini masih terus dilakukan oleh pihak PKS NTB ada terlihat gambaran terkait dengan perolehan suara yang terus meningkat.

Ketua DPW PKS Abdul Hadi, mengatakan bahwa berdasarkan hasil entry data yang berasal dari C1 dikumpulkan oleh para tim disetiap Kabupaten Kota se NTB ada gambaran perolehan kursi.

“Alhamdulilah telah selesai pemilu dan dalam proses perhitungan berjalan, ada gambaran secara makro perolehan kursi,” ucapnya kepada wartawan, di Mataram, Minggu (21/4/2019).

Menurutnya sampai saat ini baru ada sekitar diatas 50 persen perolehan suara yang berhasil dientry oleh tim sekitar 500 orang tersebar di kabupaten kota se NTB.

“Yang baru dientry untuk DPR RI dan gambaran dapil dua (Lombok) dan dapil satu (Sumbawa) masing masing satu kursi, dapil dua, pak Suryadi Jaya Purnama (SJP) dan Dapil satu Johan Rosihan,” ujarnya.

Sedangkan untuk DPRD Provinsi, PKS juga tetap optimis akan memperoleh penambahan kursi, dimana pada 2014 kemarin 6 kursi sedangkan 2019 ini diperkirakan 8 kursi.

Abdul Hadi menjelaskan bahwa dari gambaran C1 yang berhasil dihimpun kenaikan perolehan kursi juga dialami Kabupaten Kota, dimana sebelumnya 30 kursi menjadi 40 kursi.

“Kita optimis perolehan kursi dari 30 menjadi 40 dari 46 kursi (dapil) ada 6 dapil agak berat, satu di Kota Mataram, satu di KLU, dua Dompu dan masing masing satu di Kota Bima dan Kabupaten Bima,” ungkapnya.

Selain itu diakui pula oleh Abdul Hadi yang saat ini masih menjabat sebagai wakil ketua DPRD NTB tersebut bahwa terjadinya peningkatan perolehan suara PKS di NTB disebabkan oleh beberapa faktor.

“kita akui ini juga karena efek pilpres dan dukungan para ulama, kerja kader, caleg dan juga termasuk efek dari tim yang dipimpin oleh DR ZulKieflimamsyah,” imbuhnya.

Namun walaupun demikian, PKS tetap menunggu keputusan resmi yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Kami tetap menunggu Keputusan KPU, keyakinan kami hasilnya tidak terlalu jauh dari keputusan KPU,” pungkasnya.

(mn-07)