Pemuda Adat , Minta Dewan Mengesahkan RUU Perlindungan Hak Adat

Massa, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara

JAKARTA,  MATARAMNews – Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) 30/1 kemarin, menggelar aksi, menuntut DPR  RI segera mengesahkan RUU Perlindungan dan Penghormatan Hak-hak Masyarakat Adat.

Nanang Nois, dari Barisan Pemuda Adat Lombok-Sumbawa (Baralosa), yang dihubungi MataramNews, 31/1 mengatakan, demonstran yang dilakukan oleh koalisi  komunitas adat Nusantara berada dalam naungan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN).

Menurut Nanang, barisan pemuda adat menuntut agar disahkan Rancangan Undang-Undang (RUU)  untuk melindungi masyarakat adat, sekaligus meminta pemerintah segera menarik militer yang dikerahkan untuk mengamankan masyarakat adat.

Koordinator Aksi BPAN, Simon Pabaras menegaskan,  tanah dan sumber daya alam di wilayah masyarakat adat telah dirampas dan tak jarang menggunakan cara-cara militeristis yang menyakitkan masyarakat.

“Kami akan melanjutkan orasi ke Istana Presiden hari ini,” kata Simon seraya menambahkan BPAN akan terus berupaya setidaknya hingga 100 hari ke depan. Selain itu, BPAN juga mendesak Kementerian Pemuda dan Olahraga lebih memperhatikan program-program khusus untuk pemuda adat di seluruh Nusantara.

“Kami juga mendesak pemerintah untuk menjalankan semua perjanjian internasional yang telah disetujui terkait hak-hak masyarakat adat,” ujar Simon. Sementara Humas AMAN, Jopi Peranginangin mengatakan, bahwa masih akan berdatangan puluhan pemuda adat dari berbagai daerah untuk berunjukrasa.

“Badan Legislasi DPR sudah menetapkan RUU Masyarakat Adat menjadi prioritas Prolegnas 2012”, tegas Nanang yang juga putra asli KLU.