“Bekraf Developer Day” di Kota Mataram, Jawab Tantangan Era Revolusi Industri 4.0

Direktur Fasilitasi Infrastruktur TIK Bekraf Muhammad Neil El Himan (kiri), bersama CEO Alphacsoft M. Nasrul Alawy (tengah), saat menghadiri talkshow dan sharing session "Bekraf Developer Day" di Kota Mataram, Sabtu (27/4/2019).

MATARAM, MN–Era revolusi Industri 4.0 menjadi tantangan bagi masyarakat Indonesia saat ini. Tak terkecuali para talenta-talenta di bidang kreatif digital lokal di Indonesia terutama kaum muda yang harus menjawab tantangan tersebut dengan kreativitas dan karyanya.

Berkaca pada pertumbuhan ekonomi di wilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat, sektor perekonomian masih bertumpu pada sektor pertanian dan pertambangan.

Pada 2018 diperkirakan pertumbuharn ekonomi mencapai 8,17 persen. Maka, sebagai alternatif daya pengembangan ekonomi di wilayah Mataram agar terus berkesinambungan terutama pada era revolusi Industri 4.0 diperlukan pengembangan ekonomi kreatif digital.

Karena itu Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) melalui Deputi Infrakstuktur mengadakan Bekraf Developer Day Kota Mataram, tidak kurang dari 430 peserta hadir mengikuti talkshow dan sharing session dengan para pakar dan pelaku industri kreatif digital.

“Bekraf Developer Day menjadi ajang pengembangan potensi dan kompetensi bagi para developer aplikasi dan game khususnya di Kota Mataram. Para peserta yang hadir akan mendapatkan masukan berharga dari developer ternama mengenai tantangan tantangan apa saja yang dihadapi oleh developer di Indonesia kemudian apa yang menjadi target developer Indonesia, lalu strategi untuk mencapainya, serta solusi yang diperlukan untuk membangun ekosistem digital yang kuat di Indonesia,” jelas Direktur Fasilitasi Infrastruktur TIK Bekraf, Muhammad Neil El Himam, di Mataram, Sabtu (27/4/2019) pagi.

Menurutnya bahwa Bekraf Developer Day diadakan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi para pelaku ekonomi kreatif dan untuk menciptakan ekosistem yang berkualitas bagi para Startup khususnya di subsektor aplikasi, game, dan juga untuk pengembangan web, loT, dan BoT.

Dimana upaya tersebut dilakukan untuk memberikan dampak positif di bidang ekonami dan sosial budaya terutama pada potensi lokal yang ada.

Dengan mengusung tema Peluang dan Tantangan Menghadapi Era Revolusi industri 4.0, Mataram yang kali pertama dan merupakan kota ketiga penyelenggaraan BDD 2019 setelah Bandar Lampung dan Gorontalo turut menghadirkan sejumlah pelaku, praktisi dan expert industri kreatif digital Tanah Air, diantaranya M Nasrul Alawy (CEO Alphacsoft) yang terpilih sebagai keynote pada BDD Mataram 2019 kemudian Johannes Dumoli Tambunan (Software Engineer PT. Samsung Electronic Indonesia), Gelar Pradipta Utama (Head of Product KATA.AI) dan Stefanus Abdipranoto (Business Development Lead, Gaming Specialist-Tokopedia) yang akan mengisi sesi Industry talkshow.

Selain itu juga ada sesi game yang mana nantinya akan diisi sejumlah pakar diantaranya CEO Digital Happiness, Rachmad Imron yang juga pencipta game Dreadout hadir menginspirasi para peserta lalu Frida Dwi Iswantoro (Game Developer – Noobzilla), Aflacha Imadida Rachmata (Game Developer) dan Orlando Nandito (Founder Miracle Gates Entertainment).

Sementara itu sejumlah pakar akan mengisi sesi aplikasi diantaranya Sidiq Permana (Chief Innovation Officer and Gaogle Developer Expert for Android Nusantara Beta Studio), Hayi Nukman (Senior Software Engineer PT. Bukalapak), Nur Rohman (Head of Reviewer Dicoding Indonesia) dan Nurendrantoro (CTO -Wowbid).

Kegiatan ini terselenggarakan atas kerjasama Bekraf dan Dicoding dengan dukungan Asosiasi Game Indonesia, Dicoding Elite, Google Developer Expert, Intel innovator, Komunitas ID- ndroid, Samsung Developer Warrior dan perusahaan-perusahaan teknologi di Indonesia.

(mn-07)