Balikpapan Tak Ada Pertambangan, Tapi Maju

Ketua Komisi IV DPRD NTB Patompo Adnan dan Sekda Pemkot Balikpapan

MATARAM, MataramNews – Masalah pertambangan menjadi pembicaraan Komisi IV DPRD NTB dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan Sayid MN Fadli . Menurut Ketua Komisi IV DPRD NTB Patompo Adnan pertambangan menjadi masalah besar dihampir seluruh Indonesia, khususnya sekarang yang terjadi di Kabupaten Bima.

Seharusnya, Pemerintah sebagai pengambil dan penentuk kebijakan dapat bersikap obyektif terhadap bahaya dan manfaat pertambangan. “Aktifitas pertambangan itu harus memperhatikan pembangunan masyarakat, sejauh mana pertambangan itu mendongkrak kesejahteraan masyarakat, bukan sebaliknya,” kata Patompo Adnan, Kamis (26/1) di Kantor Bappeda Kota Balikpapan.

Dihadapan Sekda Kota Balikpapan Sayid MN Fadli, beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Balikpapan, Wakil Ketua Komisi Safari Ashary, Sekretaris Endang Yuliati, Anggota-anggota yaitu Hj Istiningsih, H Bajuri, TGH Husnuddu’at, H Edy Mukhtar, H Sakduddin, TGH Hazmi Hamzar, Saepuddin Zohri, H Marinah Hary, H Mahsar dan Abdul Rahman Fajri. Patompo Adnan menekankan kalau keberadaan pertambangan menjadi masalah terganggunya kondusifitas daerah, maka lebih baik pertambangan itu ditiadakan.

Menanggapi hal itu, Sekda Kota Balikpapan Sayid MN Fadli menjelaskan persoalan pertambangan memang menjadi masalah klasik, contohnya pertambangan di Samarinda yang justru membawa bencana banjir.

“Soal tambang kami di Balikpapan tidak ada. Kalau Samarinda setiap hari banjir,” kata Sayid MN Fadli seraya menjelaskan bahwa banjir terjadi karena banyaknya lubang galian yang tidak ditimbun kembali. Akibatnya, terjadi longsor. “Gara-gara itu banyak yang tewas,” tegasnya.

Menurut dia, kasus Samarinda dengan Kabupaten Bima hampir sama. “Kendati kami tidak memiliki tambang, kami tetap maju. Dan kami dapat bagian dari tambang Provinsi Kaltim dan Samarinda, padahal kami tidak punya tambang,” bebernya.

Bagikan :