Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPRD NTB terperangah mendengar penjelasn Sekda Sayid MN Fadli. Dalam penjelasannya

MATARAM, MataramNews – Beberapa Anggota Komisi IV DPRD NTB mempertanyakan strategis Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Pertayaan pertama datang dari Ketua Komisi IV DPRD NTB Patompo Adnan.

Dia meminta agar Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Balikpapan Sayid MN Fadli menjelaskan secara rinci strategi peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pendidikan, kesehatan, ekonomi dan pembangunan.

“Kami, minta Sekda menjelaskan strategi kemajuan Balikpapan. Sehingga, ada oleh-oleh buat kami untuk NTB,” kata Patompo Adnan dihadapan Sayid MN Fadli, dan beberapa Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Balikpapan, Kamis (26/1) di kantor Bappeda Kota Balikpapan.

Hal yang sama dipertanyakan Anggota Komisi IV DPRD NTB Marinah Hardy. Dia mempertanyakan bagaimana langkah koordinasi Pemkot Balikpapan dengan Pemprov Kaltim dalam menambah insentif gaji guru karena pihaknya menilai NTB sangat payah untuk penganggaran pendidikan pada guru ataupun siswa siswi. “Bagaimana strategi Kota Balikpapan terkiat anggaran pendidikan, termasuk kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IV lainnya seperti Istiningsih, TGH Husnuddu’at, Endang Yuliati dan Edy Mukhtar mempertanyakan upaya Pemkot Kota Balikpapan dalam meningkatkan IPM, mengurangi gizi buruk, termasuk pengikut lainnya.

“Bagaimana Pemkot Balikpapan menangani gizi buruk, dan langkah apa dala meningkatkan pendidikan karena kami di NTB angka Droup Outnya (DO) masih besar, termasuk kesehatan,” kata Endang Yuliati yang kemudian langsung disambung Edy Mukhtar.

Edy Mukhtar membeberkan bahwa NTB selama 30 tahun tidak pernah mengalami pergeseran dari sisi IPM. Padahal, kalau dari potensi sumber alam hampir sama dengan Balikpapan. “Ini bagaimana strateginya Balikpapan,” kata Edy Mukhtar.

Menanggapi pertanyaan Komisi IV DPRD NTB, Sayid MN Fadli menjelaskan bahwa Balikpapan sebenarnya sama dengan NTB. Namun, Balikpapan lebih dahulu berjuang sebelum NTB. “Sebenarnya tingginya IPM dan ekonomi Balikpapan karena berjuang bersama, untuk menaikkan IPM dan ekonomi tentunya memerlukan proses yang sangat panjang,” ujarnya.

Salah satu contoh, lanjut Sayid MN Fadli ada anggaran dari APBD Pemprov Kaltim sebesar Rp700 ribu dan Rp300 ribu dari APBD Kabupaten/kota disiapkan untuk insentif guru baik negeri maupun swasta. “Seperti itu hubungan kami. Itu semua demi kesejahteraan masyarakat,” kata Sayid MN Fadli.

Untuk Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) masyarakat diberi jaminan 100 persen menggunakan anggaran yang ada, tidak tida ada jalur-jalur birokrasi yang rumit. “Anggaran kesehatan cukup besar, Jamkesda terima ful, itu diluar Jamkesmas,” bebernya.

Sebenarnya, lanjut Sayid MN Fadli kabar buruknya Balikpapan juga ada seperti persoalan listrik, masih adanya pengangguran, persoalan tenaga kerja, PKL. “Intinya sama saja, tapi kami berupaya menyelesaikan masalah yang ada,” kata Sayid MN Fadli seraya menambahkan bawah kondusifitas daerah sebenarnya sangat diperlukan, termasuk hubungan baik Pemprov, Pemkab/Pemkot serta DPRD dan masyarakat yang harus dijaga baik. 





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !