PMII Bali Nusra : Usai Pemilu, Pemuda Jangan Jadi Provokator

Perayaan Harlah PMII ke 59 digelar PKC PMII Bali Nusra di aula Ponpes Darul Falah Pagutan Kota Mataram, dihadiri Ketua PW NU NTB Prof Dr TGH Masnun Thahir, Kabinda NTB H Tarwo Kusnarno, para senior PMII seperti Akhdiansyah, Suaeb Quri, Bahaidin Ahmad (mantan Ketua PKC PMII NTB), Ketua PKC PMII Bali Nusra Azis Muslim bersama jajarannya serta kader dan anggota PMII.

MATARAM, MN–Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bali Nusra berpesan kepada kader PMII dan pemuda untuk tidak melakukan provokasi pasca pemilu 17 April 2019.

Mengingat suhu politik masih dalam situasi hangat, dengan klaim kemenangan masing-masing pasangan calon presiden dan wakil presiden, baik paslon nomor urut 01 maupun nomor urut 02. Kader PMII dan para pemuda jangan menyebar hoaks dan membangun opini yang menjerumuskan.

“Kita tunggu saja pengumanan dari KPU yang menjadi penyelenggara pemilu tanggal 22 Mei mendatang,” kata ketua PKC PMII Bali Nusra, Aziz Muslim, pada acara tasyakkuran harlah PMII ke 59 tahun dan doa kebangsaan pasca pemilu 2019, di Mataram, Kamis malam (2/5/2019).

Terkait peringatan hari lahir (harlah) PMII ke 59 tahun, Aziz Muslim mengungkapkan sebenarnya harlah PMII jatuh pada 17 April lalu, namun mengingat pada 17 April lalu sedang berlangsung pesta demokrasi, untuk itu diundur menjadi bulan Mei.

Tetapi, menurut dia, yang terpenting bukan seremonial belaka, namun nilai-nilai yang tergantung dalam perayaan harlah PMII.

Melalui momentum harlah ini juga diminta kader PMII menjaga keutuhan NKRI. Mengingat dalam media sosial terjadi tsunami hoaks atau berita bohong.

“Kader PMII harus membela bangsa dan NKRI. Salah satu caranya jangan menjadi penyebar konten-konten berita bohong,” pesannya.

Hal yang sama disampaikan Ketua Tanfidziyah PW NU NTB, Prof Dr. TGH. Masnun Tahir. Ia berpesan warga masyarakat diminta untuk tetap menunggu keputusan resmi KPU terkait hasil pemilu serentak, dengan tidak menyebar ujaran-ujaran kebencian melalui sosial media yang mengundang perpecahan ditengah masyarakat.

“Pemuda jangan menjadi sumber masalah dan perpecahan. Pemuda harus hadir menjadi pemuda Ashabul Kahfi,” pesan Prof. Masnun.

Sementara Kabinda NTB, H. Tarwo Kusnarno juga berpesan bahwa tali silaturahim terus dipupuk, pilpres telah usai. Saat ini kembali merajut tali persahabatan. Beda pilihan tidak harus menjadi perpecahan dalam menjalami kehidupan bermasyarakat.

“Jangan berantem terhadap hal-hal belum pasti. Kita tetap menunggu 22 Mei (pengumuman resmi KPU). Apapun keputusan KPU itulah hasil sebenarnya,” ujar Tarwo.

Ia juga menginginkan siapapun yang terpilih adalah pilihan rakyat yang harus dihargai. “Semoga pemilu ini menghasilkan calon legislatif yang dapat memperjuangakn bangsa. Serta presiden yang terpilih dapat memegang amanat bangsa,” tandasnya.

Perayaan Harlah PMII ke 59 tahun yang dilaksanakan PKC PMII Bali Nusra di aula Ponpes Darul Falah Pagutan Kota Mataram, dihadiri Ketua PW NU NTB Prof Dr TGH Masnun Thahir, Kabinda NTB H Tarwo Kusnarno, para senior PMII seperti Akhdiansyah, Suaeb Quri, Bahaidin Ahmad (mantan Ketua PKC PMII NTB), Ketua PKC PMII Bali Nusra Azis Muslim bersama jajarannya serta kader dan anggota PMII.

(mn-05)