Wagub Rohmi Pantau BBPOM Melakukan Uji Lab Makanan dan Takjil

Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Kadis Perdagangan Hj. Putu Selly Andayani dan Kepala BBPOM Mataram, Dra Ni G.A.N Suarningsih memantau proses uji makanan dan takjil di mobil uji lapangan milik BBPOM Mataram.

MATARAM, MN–Untuk memastikan makanan dan takjil berbuka puasa ramadhan tidak mengandung bahan berbahaya, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram melakukan uji lab.

Makanan dan takjil yang diambil samplenya untuk dilakukan pengecekan atau uji berasal dari para pedagang yang tersebar di sejumlah tempat di Kota Mataram.

Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah didampingi Kadis Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani dan Kepala BBPOM Mataram, Dra Ni G.A.N Suarningsih ikut menyaksikan proses uji terhadap makanan dan takjil.

Proses uji makanan dan takjil yang diambil samplenya dari para pedagang yang ada di Jalan Majapahit, jalan Panji Tilar, jalan Airlangga Udayana, Pasar Rembiga, Pasar ACC serta pasar Kebun Roek tersebut, dilakukan di mobil uji lapangan milik BBPOM.

Dari 83 makanan dan takjil yang diambil samplenya, seperti terasi, es campur, buah naga, pelecing, kerupuk dan lain sebagainya untuk dilakukan uji lab untuk mengetahui apakah mengandung bahan berbahaya seperti boraks, formalin, rhodamin B dan pewarna tekstil.

“Dari 83 sample, satu diantaranya ditemukan mengandung bahan berbahaya, kerupuk tempe mengadung Rhodamin B,” ungkap Kepala BBPOM Mataram, Dra Ni G.A.N Suarningsih, saat memantau di mobil uji lapangan milik BBPOM yang berada di halaman kantor Dinas PUPR NTB jalan Majapahit Mataram, pada Jumat (10/5/2019).

Terkait dengan masih adanya ditemukan makanan dan takjil yang mrngandung bahan berbahaya tersebut, Wagub NTB menekankan agar terus dilakukan pembinaan terhadap pedagang dan pelaku usaha untuk tidak menggunakan bahan-bahan berbahaya dalam pembuatan makanan dan takjil.

“Itu nanti Dinas Koperasi dan Dinas Perdagangan agar memberikan pembinaan kepada para pedagang agar tidak lagi menggunakan bahan berbahaya,” tegasnya.

Tidak sampai itu saja, Wagub juga meminta agar bisa dicarikan solusi pengganti borak supaya para pedagang tidak lagi menggunakan bahan berbahaya.

(mn-07)

Bagikan :