KPU Mataram Pleno Hasil Rekap Suara Pemilu 2019, Bawaslu Beri Catatan Khusus

Ketua Bawaslu Kota Mataram, Hasan Basri menyerahkan catatan proses pelaksanaan pemilu 2019 di Kota Mataram kepada Ketua KPU Kota Mataran Husni Abidin, usai rapat pleno hasil pemilu 2019 di Mataram, Sabtu dini hari (11/5/2019).

MATARAM, MN–Rapat pleno terbuka rekapitulasi dan perhitungan hasil pemilihan legislatif dan pemilihan presiden pada pemilu 2019 tingkat Kota Mataram akhirnya bisa diselesaikan pada Sabtu dini hari, 11 Mei 2019.

Rekap hitung tingkat Kota Mataram selesai setelah Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) terakhir yaitu Kecamatan Cakranegara menyampaikan hasil rekapnya.

Nanun dari proses pelaksanaan pemilu 2019 di Kota Mataram tersebut mendapat catatan khusus dari Bawaslu Kota Mataram.

Dalam catatannya tersebut sebanyak 8 point yang menjadi sorotan Bawaslu atas kinerja KPU Kota Mataram selama melaksanakan semua proses pemilu 2019. Catatan tersebut disampaikan langsung Ketua Bawaslu Kota Mataram Hasan Basri diakhir rapat pleno.

Catatan yang dibacakan Ketua Bawaslu Kota Mataram pada point pertama, KPU harus lebih professional dalam pemetaan TPS, pada Pemilu 2019 ini pemetaan TPS sangat buruk sehingga mengakibatkan meningkatnya DPK dikarenakan warga terdaftar pada TPS yang lebih jauh dari rumahnya.

Kemudian point kedua, DPTb pada Pemilu 2019 harus lebih di akomodir karena pada faktanya di lapangan sangat banyak DPTb yang tidak diberikan surat suara dari pukul 07.00 dan hanya diberikan mulai pukul 12.00. Lalu, point ketika diminta untuk KPU menjelaskan rincian Jumlah DPK berbasis TPS mengingat jumlah DPK begitu besar.

Sedangkan pada point keempat, pada Pemilu selanjutnya diminta kepada KPU untuk memperbaiki manajemen dengan baik, mengingat pada Pemilu 2019 ini banyaknya TPS yang mengalami kekurangan dan kelebihan Surat Suara di TPS. Sehingga banyak pemilih yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya.

Point ke lima, jumlah pemilih banyak berbeda antara berbagai jenis pemilihan, pada pemilih DPT dan DPK dimana seharusnya tidak ada perbedaan pada ke lima pemilihan, data Pemilih DPT dan DPTb banyak yang berbeda dengan hasil pleno dikarenakan PPK tidak professional dan hanya menyalin dari C1 pada saat pleno yang seharusnya dilakukan perbaikan di tingkat PPK

Point ke enam, banyak pengguna hak pilih yang berubah pada Pleno tingkat Kota yang mengakibatkan perubahan Jumlah Suara pada Suara Tidak Sah yang seharusnya dilakukan di tingkat PPK.

Sedangkan point ke tujuh, terdapat beberapa Surat Suara yang tertukar antar dapil untuk pemilihar DPRD Kota dikarenakan manajemen distribusi Logistik yang kurangdi akomodir dengan baik sehingga agak menghampat jalannya proses pemungutan di beberapa TPS.

Lalu point terakhir yaitu kedelapan, ucapan terima kasih kepada semua pihak, Kepolisian, TNI, Pemerintah, seluruh Penyelenggara Pemilu dan saksi peserta Pemilu tahun 2019 yang telah mensukseskan Pemilu tahun 2019 di Kota Mataram sehingga berjalar dengan aman, damai dan tertib.

Terkait dengan catatan yang disampaikan oleh pihak Bawaslu, Ketua KPU Kota Mataram mengatakan bahwa hal tersebut akan dicatat di dalam Form DB2 yang akan disampaikan ketingkat pleno provinsi.

“Masukan ini akan kita jadikan sebagai bahan evaluasi terhadap kinerja kami kedepannya,” pungkasnya.

(mn-07)