Butuh Waktu, Dewan Loteng Tunda Putuskan Ranperda Perlindungan Mata Air Jadi Perda

LOTENG, MN–Sidang Paripurna DPRD Lombok Tengah (Loteng) membahas Penyelesain Ranperda Perlindungan Mata Air menjadi Perda, namun sampai hari ini belum bisa diputuskan menjadi Perda. Sidang dipimpin Ketua DPRD H. Acmad Fuaddie, dihadiri Wakil Bupati Loteng H.L. Pathul Bahri.

Juru bicara Komisi III, H.L. Arif Rahman Hakim menyampaikan pihaknya sudah bekerja maksimal, hanya saja ada beberapa kendala yang ditemukan, sehingga pembahasan mengenai Ranperda tersbut belum bisa tuntas sepenuhnya dan ada beberapa hal yang masih membutuhkan waktu lama untuk dibahas.

Dijelaskan Arif beberapa kendala substansial yang masih harus dibahas, yakni masalah kewenangan penanganan sumber mata air yang harus diperjelas peruntukkannya dan saat bersama timnya melakukan kajian mendalam menemukan kendala waktu yang belum cukup untuk diselesaikannya.

“Ada persoalan yang mendasar yang harus disegerakan penerbitan menjadi Perda serta pertimbangan lainnya. Mewakili tim di Komisi III meminta tambahan waktu selama 4 hari kerja untuk membahas mengenai Ranperda ini,” kata Arif di sidang tersebut, Selasa (14/5/2019).

Ketua DPRD Loteng H. Achmad Fuaddie yang mendengar permintaan dan laporan dari Komisi III itu meminta persetujuan semua anggota DPRD Loteng yang hadir saat itu megenai tambahan waktu pembahasan yang diminta oleh Komisi III.

“Sesuai tata tertib sidang untuk itu permohonan penambahan waktu ini akan saya serahkan kepada anggota dewan sidang paripurna yang terhormat,” ujar Fuaddie, dan permintaan tambahan waktu itupun disetujui semua anggota DPRD Loteng yang hadir.

(mn-08)

Bagikan :