Rumah Warga Lokok Aur Tertimbun Lumpur

Waraga sibuk membersihkan rumah

KLU, MATARAMNews – Hujan lebat yang terjadi sejak jum’at sore 3/2 kemarin hingga pagi ini, membuat puluhan rumah warga Dusun Lokok Aur Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara (KLU) tertimbun lumpur bercampur pasir dan batu apung. Hal itu terjadi akibat bukit yang terletak disebelah barat kampung tersebut longsor.

Kepala Dusun Lokok Aur, Tamrin ketika ditemui 4/2 mengaku , longsor ini terjadi sekitar pukul 23.00 wita, tiba-tiba bukit yang berdekatan dengan rumah penduduk itu ambrol, sehingga lumpur dan pasir tidak mampu dibendung warga.

“Tadi malam (sabtu malam-re) satu orangpun warga tidak ada yang berani tidur dan rata-rata menyelematkan diri di luar rumah sekaligus membersihkan lumpur dan saluran air yang semuanya tertutup pasir”, kata Tamrin. Sedikitnya ada 50 rumah lebih yang rawan tertimbun longsor, karena tidak memiliki saluran drainase yang memadai.

“Pagi ini warga semuanya keluar untuk melakukan gotong royong membersihkan saluran dan rumah mereka yang terkena lumpur dan pasir, serta rata-rata mereka berada di luar rumah, karena hawatir longsor susulan yang lebih besar akan terjadi lagi, karena mengingat intensitas hujan masih tinggi”, ungkap Tamrin, sambil keliling melihat warganya yang terkena dampak longsor ini.

Beberapa warga yang ditemui media ini mengaku, malam kejadian, semua kamar tertimbun lumpur dan pasir. “Semua kamar kami terkena lumpur yang bercampur dengan pasir dan batu apung, akibat derasnya hujan yang mengguyur”, kata Herman sambil membersihkan rumahnya.

Sementara jalan raya yang menghubungkan desa Anyar dengan desa Karang Bajo, separuhnya tertutup lumpur dan batu apung. Demikian juga dengan saluran air irigasi Kokok  Sopak rata dengan pasir, sehingga air mengalir langsung ke sawah petani yang berada didekat saluran.

Kepala Desa Karang Bajo, Kertamalip, ketika turun melihat warganya mengaku sedih, karena persoalan dusun Lokok Aur yang rawan bencana ini sudah dilaporkan jauh hari sebelumnya ke pemerintah daerah, bahkan sudah dibuatkan proposal, namun hingga sekarang belum mendapat perhatian dari pemerintah KLU.

“Kami sudah beberapa kali membuat proposal, agar dusun ini dibuatkan saluran yang memadai untuk mengantisipasi terjadinya longsor, namun hingga saat ini belum direspon. Padahal tujuan kita lebih baik mengantisipasi sebelum terjadinya bencana, daripada ramai-ramai memberikan bantuan setelah bencana terjadi”, kata Kertamalip.

Ini juga diakui oleh puluhan warga Lokok Aur. Bahkan mereka menilai pemerintah KLU kurang peduli terhadap usulan warganya. “Pemerintah KLU hamper setiap hari melewati kampung ini, dan melihat bukit yang berada di sebelah barat rumah penduduk yang rawan longsor, tapi hingga kejadian seperti sekarang ini, belum ada perhatiannya, atau memang mereka menunggu ada korban dulu”, ungkap puluhan warga kesal.

Bahkan Kadus Lokok Aur mengaku, beberapa kali menghubungi Bupati KLU melalui hp, namun tidak pernah diangkat. “Saya sudah hubungi bupati via hp, namun tidak pernah diangkat. Kalau dia (bupati KLU) menghubungi via hp, kami cepat sekali mengangkat hp, tapi malah sekarang sebaliknya”, kata Tamrin.

“Longsor yang terjadi  tadi malam memang tidak ada memakan korban jiwa, hanya beberapa rumah mengalami rusak ringan. Namun jika tidak segera diantisipasi tidak menutup kemungkinan bencana longsor yang lebih besar akan terjadi di Dusun Lokok Aur”, pungkas Tamrin.

Bagikan :