Mataram, MATARAMnews – Lambannya penanganan  kasus  penganiayaan mahasiswa yang diduga dilakukan oknum pegawai  Kejaksaan Tinggi pada 2010 lalu, membuat mahasiswa  menggelar aksi unjukrasa di Mapolda NTB, Senin (6/2/2012) pagi.

Kedatangan mahasiswa yang menamakan diri  dari Solidaritas Transisi Rakyat untuk Kemakmuran, mempertanyakan penanganan kasus yang telah mereka laporkan ke Polres Mataram, pada  (6/1/2010) lalu.

“Sudah dua tahun satu bulan kasus penganiayaan yang kami alami dilaporkan, namun belum ada perkembangan, “kata koordinator Aksi Saprudin Sidik dihadapan Kabag Wasidik Dit Reskrim Umum Polda NTB, AKBP Hery Supriadi yang menemui massa aksi setelah mahasiswa menggelar orasi di pintu gerbang Mapolda NTB.
Saat melakukan orasi ditengah jalan dengan menaiki pembatas jalan barulah mahasiswa yang menuntut keadilan ini diterimah oleh pihak kepolisian.

Dihadapan perwakilan kepolisian tersebut para mahasiswa menyampaikan bahwa kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum pegawai Kejati tersebut terjadi ketika para mahasiswa saat itu melakukan aksi unjukrasa di Kejati NTB.

Ditambah Supardin, saat itu mereka menanyakan tindaklanjut penanganan oleh Kejaksaan terkait kasus dugaan korupsi oleh pengurus PKBM di Dompu, namun kini pengurus PKBM tersebut sudah divonis. Penganiayaan itu terjadi di emperan dan loby kantor Kejati NTB, pelakunya yang telah dilaporkan sebanyak 3 org. “Kami hanya mengenal mukanya saja, namun identitasnyanya tidak tau, “rerangnya.

Terkait laporan mereka, pihak kepolisian Polres Mataram telah memeriksa saksi-saksi diantaranya April Wera Hamzah (Demisoener ketua IMBI Mataram).
Sementara itu,terkait dengan kedatangan mahasiswa tersebut, Kabag Wasidik Dit Reskrimum Polda NTB,AKBP Hery Supriadi, menyatakan bahwa menerima dan menampung apa yang menjadi tuntutan para mahasiswa.

Selain itu, didepan mahasiswa Ia berjanji kasus tersebut akan ditindaklanjuti dan akan berkoordinasi dengan pihak Polres Mataram. Untuk itu Hery, langsung berkoordinasi dengan pihak Polres Mataram dan meminta pihak mahasiswa untuk menemui Kasat Reskrim Polres Mataram. Di Polres Mataram, para mahasiswa ini diterima oleh Kasat Reskrim, AKP Salehudin dan Kasubag Humas AKP Arif Yuswanto.

Menanggapi kedatangan mahasiswa tersebut, AKP Arif Yuswanto, mengatakan bahwa proses hukum masih dalam penyelidikan dan telah memeriksa saksi-saksi. Namun dalam perjalanannya, kepolisian mengalami kendala yaitu kesulitan terkait identitas pihak yang dilaporkan sebagai pelaku dalam kasus ini. “Korban mengenal muka pelakunya, namun tidak mengetahui identitasnya, “katanya.

Bahkan sebagai bentuk keseriusan polisi menangani kasus tersebut akan mengirim SP2HP kepada korbanya yang saat ini berada di Dompu, untuk itu pihak kepolisian sudah meminta alamat korban dan juga meminta tambahan alat bukti berupa rekaman untuk bisa mengetahui identitas terlapor. Namun, kasus yang terjadi pada 6 Januari 2010 lalu, pihak kejaksaan juga melaporkan mahasiswa atas dugaan pengrusakan.