Aksi Penolakan Pertambangan Kembali di Suarakan Mahasiswa

Unjuk rasa mahasiswa tolak tambang Dompu

MATARAM, MATARAMnews – Aksi penolakan terhadap adanya aktivitas pertambangan di wilayah Kabupaten Dompu,kembali disuarakan oleh mahasiswa. Aksi ini digelar oleh belasan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Bersama Pemuda dan Mahasiswa Dompu (GEBPMAD) dengan mendatangi kantor Gubernur NTB. Selasa (7/2) pagi.

Massa aksi yang dikoordinir oleh Rahmat Fauzi ini menuntut untuk dihentikannya segala bentuk aktivitas pertambangan diwilayah Dompu. Termasuk  kegiatan eksplorasi yang saat ini sedang dilakukan oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM) di Kecamatan HU’u dan pencabutan SK 118 dan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di Kecamatan Pekat.

Menurut Fauzi, penambangan itu tidak membawa kemakmuran terhadap rakyat namun yang ada nantinya kesengsaraan. “Dampak positif dan negatifnya tidak dapat dipungkiri namun yang lebih banyak akan menimbulkan dampak negatifnya.” Ucap Fauzi dengan suara lantang dalam orasinya.

Karena itulah rakyat melakukan penolakan terhadap tambang yang ada di dua kecamatan yaitu HU’u dan pekat.

Maka dari adanya penolakan dan sebelum adanya aksi penolakan yang kebih keras dari masyarakat, para mahasiswa ini meminta kepada gubernur NTB, zaenul Madji untuk segera turun tangan.

Menanggapi tuntutan para pengunjukrasa Kabag Humas,HL Faozal, yang mewaliki Gubernur NTB, dihadapan massa aksi HL Faozal, mengatakan bahwa terkait dengan pertambangan yang ada diwilayah NTB, Gubernur NTB telah mengeluarkan surat edaran.

“Tanggal 19 Desember 2011 kemarin gubernur telah mengeluarkan Surat Edaran (SE), meminta kepada Bupati dan walikota, agar melakukan peninjauan dan sosilisasi secara menyeluruh ijin yang dikeluarkan,” Ucapnya.

Menurutnya, yang mempunyai kewenangan mengeluarkan Ijjin Usaha Pertambangan ada di bupati dan walikota, Gubernur  tidak mempunyai kewenanangan langsung terhadap pengeluaran ijin pertamabngan.

Faozal juga berjanji pada mahasiswa bahwa tuntutan yang disampaikan akan menjadi catatan dan akan dibicarakan khusus dengan bupati Dompu.

Bagikan :