Soal LPG Langka, Komisi II DPRD NTB Minta Ada Upaya Antisipasi

Mataram, MATARAMnews – Terhadap kelangkaan LPJ yang terjadi beberapa hari ini, Komisi II DPRD NTB menegaskan seharusnya dinas terkait dapat mengantisipasi sebelum kondisi yang tidak memungkinkan terjadi seperti faktor cuaca.

“Kedepan Dinas terkait harus mampu mengantisipasi kelangkaan LPG, kendati itu faktor cuaca,” kata Anggota Komisi II DPRD NTB, H Bustam, Selasa (7/2/2012) diruang kerjanya.
Menurutnya, kelangkaan LPG karena faktor cuaca, akan tetap terjadi setiap tahunnya. Untuk itu, diperlukan antisipasi berdasarkan perkiraan cuaca yang ada. “Ini perlu diantisipasi karena ini kejadiannya setiap tahun,” ujarnya.

Disinggung apakah ini bisa dikatakan terjadinya kegagalan program konversi oleh Pemerintah?, Bustam menilai persoalan ini tidak bisa kemudian dikatakan berhasil atau tidaknya program konversi. “Tapi, kita optimis kelangkaan yang terjadi hanya sementara saja,” kata Bustam.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Perindusterian dan Perdagangan (Kadis Perindag) NTB H Lalu Imam Maliki menjelaskan, saat ini dari dua SPBE yang ada yaitu SPBE Om Agus di Lembar Kabupaten Lombok Barat dan di Dasan Cermen Kota Mataram baru berhasil memasok LPG berkisar 20-26 tabung saja tiap harinya. Padahal, kebutuhan riil dipasaran menembus angka 86 ribu tabung.

“Jadi, kebutuhan LPG kita yang kurang sampai 36 ribu tabung. Ini yang kita siasati dengan mendatangkan dari Pelabuhan Mangsit,” tukasnya sesuai mengikuti sidang paripurna beberapa waktu lalu di Gedung DPRD NTB.

Dia mengakui kemampuan satu tabung untuk kebutuhan rumah tangga biasanya hanya bertahan sampai 10 hari. “Cuaca yang buruk sebelumnya, mengakibatkan kelangkaan LPG di wilayah Pulau Lombok. Itu karena kapal milik PT Pertamina tidak diizinkan berlayar ke Pelabuhan Mangsit di Bali,” bebernya.

Kendati demikian, lanjutnya sekarang situasi telah berangsur-angsur normal. “LPG sekarang sudah normal karena sudah datang dua unit truk dan 11 mobil tangki milik Pertamina yang siap mendistribusikan gas LPG,” kata Imam.

Bagikan :