Dipastikan, BIL Akan Diresmikan SBY

MataramNews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) direncanakan akan meresmikan Bandara Internasional Lombok (BIL) pada tanggal 19-21 Oktober 2011 mendatang. Hal ini diungkapkan Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA.

Kedatangan orang nomor satu di Indonesia itu juga akan ditemani beberapa Menteri Kabinet Indonesia Jilid II. Selama 3 hari di NTB, Presiden SBY dijadwalkan akan melakukan beberapa serangkaian kegiatan, diantaranya peresmian beberapa proyek infrakstruktur termasuk BIL, melihat kemajuan pembangunan di wilayah NTB dan silaturahmi dengan masyarakat NTB.

{xtypo_info}FOTO: Gubernur NTB, TGH. M. Zainul Majdi, MA.{/xtypo_info}

 

Sedianya, presiden SBY direncanakan akan berkunjung dan meresmikan BIL antara tanggal 10-15 Oktober 2011. Namun, kata gubernur karena padatnya jadwal kerja dan kesibukan presiden di Jakarta hal itu harus disesuaikan sehingga di undur pada tanggal 19-21 Oktober 2011 mendatang.

 

“BIL tetap jadi diresmikan Presiden SBY cuman waktunya harus di undur mengingat padatnya jadwal SBY sehingga harus disesuaikan,” ujar Majdi didampingi Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Herry Bakti dan Kapolda NTB, Brigjend Arif Wachyunadi, kepada sejumlah wartawan, di Terminal Penumpang BIL, Sabtu (1/10/2011).

Selain itu, gubernur termuda di Indonesia itu juga menyampaikan dengan telah beroperasi BIL, maka maskapai penerbangan Internasional sudah bisa mendarat di Lombok. Saat ini, pihaknya telah meloby maskapai penerbangan Air Asia untuk dapat beroperasi di BIL tahun ini. Sebab, semula Air Asia merencanakan akan mulai beroperasi pada tahun 2012. Dengan beroperasinya Air Asia, maka akan ada penerbangan langsung BIL menuju Kuala Lumpur Malaysia secepatnya bisa dilakukan mengingat TKI asal NTB banyak ke Malaysia.

Sementara itu, Bupati Lombok Tengah (Loteng), Drs. H. L.Suhaili FT, mengatakan beroperasinya Bandara Internasional Lombok (BIL) akan menoreh sejarah di mata nasional dan internasional. Sejarah telah membuktikan, bagaimana proses perjuangan pemerintah dan masyarakat NTB dalam mewujudkan BIL. Di mana, BIL membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, pikiran dan nyawa selama berpuluh-puluh tahun lalu.

“Beroperasinya BIL merupakan wujud dari rasa syukur, komitment dan tanggungjawab pemerintah dan masyarakat NTB. Sebagai rasa tanggungjawab, maka BIL harus dapat dijaga, dikelola dan dimanfaatkan dengan baik,” katanya saat memberikan sambutan pada acara pengoperasian BIL, di Terminal Penumpang.

(Laporan: Iman | Lombok Tengah)