BIMA, MataramNews – Aksi masa yang melakukan pembelokiran jalan yang menuju pelabuhan Sape selama empat hari,  sabtu pagi sekitar pukul 06 00 wita berakibat teragis, delapan warga mengalami luka parah, dua meninggal dunia akibat diterjang timah panas.

 

{xtypo_info} Foto: Korban Luka di RSU Bima {/xtypo_info}

Warga yang menolak tambang dan menuntut agar dicabutnya SK 188 tersebut melakukan pembelokiran pelabuhan sape selama empat hari, terpaksa harus berhadapan dengan aparat polisi. Tindakan agresif aparat Polisi ini mengakibatkan jatuhnya korban jiwa, wartawan MataramNews Bima melaporakan, imformasi yang diterima dari rumah sakit setempat, dua orang meninggal duni dan delapan lainnya luka parah.

Korban yang meninggal atas nama 1: Arif rahman (18) warga Sumi Rato 2: Saiful (17) Warga Sumi Rato. Sedangkan luka-luka 1: Ilyas sulaiman (27). 2: Sahabudin, warga Soro Lambu. 3: Ibrahim (45) Warga Sumi Rato. 4: Awaludin (24) warga Sumi Rato. 5: Suhaimin (23) warga Lambu. 6: Miftahudin (18) warga Sumi Rato. 7: Masnun (15) warga Rai Oi. 8: Hasnah (39) warga Sumi Rato. Semua koraban masih dirawat di RSU Bima sampai sekarng belum di pulangkan mengingat suasan masih tidak stabil.

Menurut penuturan seorang warga yang bernama Gufran (42) warga Desa Sumi kecamatan Lambu Bima. Kejadian tersebut dimulai sejak  pukul enam pagi sampai pukul delapan. “Kami hanya melakukan konsolidasi dan memeprtahankan posisi masa dalam melakukan pemblokiran jalan dan pelabuhan sampai ada keputusan pemerintah setempat terkait tuntutan yang kami ajaukan, namun pada pagi hari tadi tepatnya pukul enam pagi kepolisian melakukan tindakan agresif dengan menggunakan senjata api , akhirnya di antara kami banyak yag kena tembakan, tewas dan luka-luka.” Paparnya.

{xtypo_info} Foto: Dua korban meninggal {/xtypo_info}

Buntut dari kejadian itu, sedikitnya 20 warga menyusul diamankan aparat kepolisian setempat. sejumlah warga yang terindikasi melakukan tindakan anarkis, meski belum merinci baik identitas maupun jumlahnya secara pasti. Puluhan petugas hingga kini masih tampak berjaga-jaga di sekitar pelabuhan yang sempat lumpuh total sejak awal pekan ini.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !