- advertisement -

MATARAM, MataramNews – Mobil tengki pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang hendak mengantar muatan kepangkalan di Lotim dihadang oleh beberapa orang yang tidak dikenal. Mobil tangki milik agen UD Asa Mandiri Rayon 3 yang mengangkut BBM jenis mitan bersubsidi tersebut dihadang ketika melintas dijalan Sandubaya Sweta tepatnya di depan Masjid Arrahman. Selasa (3/1/12), pukul 08.30 wita.

{xtypo_info} Foto: Mobil Tangki yang dicegat {/xtypo_info}

 

Pelaku yang berjumlah 10 orang mempergunakan Mobil jenis Avanza. Mobil tangki yang hendak dirampas berusaha dipertahankan, akibatnya tangan kondektor mengalami luka dihudung hingga dibawah mata kiiri, akibat tebasan senjata tajam yang dipergunakan oleh pelaku.

Saat kejadian mobil dengan nopol DR 8097 AG menggangkut BBM sebanyak 5 ribu liter yang dikemudikan oleh Rusdah (52), alamat Lingkungan Selaparang, kota Mataram, dan ditemani oleh kondekturnya bernama Rusli.

Kapolres Mataram melalui Kapolsek Cakranegara, AKP Abdul Wakhid mengatakan bahwa pelaku diiperkirakan berjumlah 10 orang dengan menggunakan 2 mobil jenis avanza lalu menghalangi truk tangki dan memaksa supir untuk keluar, namun sopir tidak menghiraukan.

“Pelaku lain sempat melukai korban atas nama Sahli (40) kondektur, dari keterangan korban, pelakunya ada yang dikenali,” Ucap AKP Abdul Wakhid saat ditemui diruangannya.

Beruntung setelah dibantu warga sekitar para pelaku kabur dan kemudian mobil tengki langsung  menuju Polsek Cakra untuk melapor. Sementara menurut penuturan Rusdah, bahwa kejadian serupa sering kali dialami, namun tidak sampai seperti ini. “Mereka memaksa untuk mengambil, namun kadang dibayar full tapi juga kadang dibayar setengah,” Ucapnya ditemui di Polsek Cakra.

Dikatakannya pula bahwa, kejadian seperti ini tidak hanya dialami oleh dirinya saja, namun juga oleh sopir tengki yang lain. Terkait dengan adanya kejadian seperti ini agar dikemudian hari tidak terulang lagi dihimbau agar meminta pengawalan seperti beberapa waktu yang lalu.

Menanggapi hal tersebut Direktur UD ASA Mandiri, Herman, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pertemuan antara agen dengan Hiswana Migas telah berencana untuk meminta pengawalan pada polisi seperti sebelumnya.

“Penyaluran Mitan bersubsidi ini baru dua hari dilakukan setelah adanya kontrak baru.” Ucapnya. Sementara itu, korban luka langsung mendapatkan perawatan dan para pelaku yang sudah diketahui identitasnya kini dalam pengejaran polisi.