- advertisement -

MATARAMnews, (KLU) – Untuk mengentaskan bayi/balita gizi kurang dan gizi buruk yang terjadi di Lombok Utara, pemerintah setempat bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa menyalurkan bantuan berupa, telur, susu, kacang hijau, gula merah dan kelapa.

Demikian dikatakan, Sarjana Penggerak Masyarakat Desa (SPMD) Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Dedy Irawan, S.Pd, ketika ditemui MataramNews disela-sela kesibukannya memantau pelaksanaan Posyandu di Dusun Dasan Baro, Desa Karang Bajo 9 Januari 2011.
Khusus di Desa Karang Bajo, menurut Dedy, jumlah anak kurang gizi sebanyak 17 bayi/balita dari tujuh dusun yang ada di desa Karang Bajo. “Dari ke 17 bayi/balita per desember 2011, 13 diantaranya mengalami Bawah Garis Merah (BGM), dan 4 orang termasuk gizi kurang”, jelasnya.

Ditemukan gizi kurang bayi/balita di KLU, setelah dilakukan pecan penimbangan yang diprogramkan pemerintah pada bulan Juli 2011 tahun lalu. Bayi/balita yang terkena gizi kurang dan gizi buruk di KLU
ribuan lebih. “Setelah ditemukan banyaknya bayi/balita yang mengalami BGM, pemerintah KLU yang dikomandoi Bupati, H. Djohan Sjamsu, SH langsung memprogramkan bantuan makanan tambahan dan pemulihan bagi balita yang mengalami kurang gizi dan gizi buruk”, katanya.

Teknis pendistribusian makanan tambahan dan pemulihan, sambung Dedy, langsung disalurkan kepada bayi/balita yang terkena gizi kurang, sekaligus akan diberikan penyuluhan oleh kader Posyandu dan dikontrol setiap minggu, terutama peningkatan berat badan setelah mengkonsumsi makanan yang diberikan.

Ditanya peran SPMD di desa, menurut pemuda yang masih lajang ini, secara umum untuk pemberdayaan masyarakat desa yang dilakukan kerjasama dengan pemerintah dan semua elemen masyarakat yang ada di desa masing-masing. “Pemberdayaan yang kita lakukan dimasyarakat desa, bagaimana kita mendorong mereka untuk lebih aktif berperan dalam membangun desanya, termasuk dibidang kesehatan, Keluarga Berencana (KB), pemamfaatan teknologi tepat guna, dan menggali potensi-potensi yang dimiliki desa untuk bisa dikembangkan kedepan dan lain-lain”, jelasnya.

Khusus berkaitan dengan kegiatan SPMD, Kepala Desa Karang Bajo Kertamalip mengaku merasa terbantu dengan keberadaan sarjana masuk desa ini. “Alhamdulillah dengan keberadaan SPMD, kami di desa merasa terbantu dalam menjalankan berbagai kegiatan, baik dibidang pemberdayaan, pembangunan maupun dibidang kesehatan”, katanya.

Sementara Kepala BPMD Lombok Utara, Drs. Jayadi, N, mengatakan, setelah melakukan evaluasi kinerja SPMD beberapa waktu lalu mengaku, bagi yang aktif melaksanakan tugas dan fungsinya di desa akan
diusulkan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

“Kita sudah wacanakan pengangkatan SPMD yang aktif menjadi PNS, dan ini sudah diusulkan ke pusat melalui daerah, namun itu baru sebatas usulan, belum bisa dipastikan, tapi akan tetap kita monitoring”,
katanya.