- advertisement -

MATARAMnews (Mataram) – Dua korban dugaan penembakan aparat kepolisian dalam tragedi berdarah Sape, Bima, yang sempat mendapatkan perawatan itensif di RSUP NTB akan dipulangkan pada Selasa (10/1/2012) besok.

Kedua korban atas nama Sahabudin (31) warga Soro Lambu dan Awaludin (23) warga Rato Lambu Kabupaten Bima, mereka harus mendapatkan perawatan itensif akibat luka dibagian paha diduga akibat terkena peluru saat terjadinya bentrokan antara masyarakat dengan polisi ketika dilakukan pembubaran pendudukan pelabuhan Sape, Sabtu (24/1/2012) pagi.

Mereka merupakan pasien rujukan dari RSUD Bima yang harus mendapatkan perawatan di RSUP NTB akibat luka yang dialaminya sejak Minggu (25/1/2012) lalu.

Direktur RSUP NTB melalui Kabag Humas, Lalu Aria mengatakan bahwa kondisi kedua pasien sudah membaik dan sudah diperbolehkan pulang. “Pemulihan sudah baik dan layak untuk dipulangkan,” katanya ketika ditemui Senin (9/1/2012) pagi.

Menurutnya,  kedua pasein  akan dijemput oleh pihak RSUD Bima besok, karena pasien itu merupakan rujukan dari RSUD Bima. Dimana hingga saat ini kedua pasien tersebut masih berada diruang isolasi yaitu kamar 241 bangsal Plamboyan.

Sementara itu, menurut penuturan keluarga korban Arif Darmawan bahwa rencana pemulangan kedua korban tersebut  pada Sabtu kemarin namun batal dilakukan. Bahkan pada paginya dua orang anggota polisi dari Polda NTB sempat menjenguk korban dan menanyakan kondisi kedua korban.

“Mereka datang hanya menanyakan kondisi korban dan akan dijadikan bahan laporan,” jelasnya ketika ditemui di RSUP NTB.

Sementara itu dua korban lainnya yang juga dirujuk dari RSUD Bima atas  nama Ismail  (55) Warga Desa  Rato dan M. Ali (59) Desa Sumi, sejak Selasa (3/1/2012) kemarin hingga saat ini masih mendapat perawatan di RSUP NTB.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !