- advertisement -

KLU, MataramNews – Kendati pelaksanaan maulid adat masih sebulan lagi, namun sejak 31 Desember 2011 tahun lalu, para tokoh adat (toak lokak), pembekel adat Wet Sesait Desa Sesait Kecamatan Kayangan Kabupaten Lombok Utara (KLU)  mulai melakukan gundem (musyawarah) di kampu adat setempat.

Gundem dilanjutkan 4 Januari 2012, membahas berbagai prosesi dan penentuan pelaksanaan ritual maulid adat. Dalam pertemuan tersebut disepakati akan menyembelih kerbau seperti pada pelaksanaan ritual tahun lalu. Dan untuk mendukung lancarnya proses pelaksanaan ritual, disepakati akan menambah beberapa fasilitas pendukung, diantaranya akan membangun 7 (tujuh) buah Berugak saka enam.

Ketujuh  berugak itu akan dibangun di beberapa titik. Empat buah ditempatkan di halaman depan Mesjid Kuno (Mesjid Tanak Umbara),kemudian  dua buah dibangun di halaman dalam Bale Adat (Kampu) dan satunya  di lokasi makam Kubur Beleq.

Agus Tanco salah seorang tokoh muda Sesait 12/1 mengatakan , pengadaan tujuh buah berugak ini dimaksudkan untuk mendukung kegiatan ritual adat yang ada di wet Sesait. “Untuk bahan material akan kita koordinasikan dengan UPTD Pertanian Kehutanan serta TNGR.”Mudah-mudahan dalam waktu dekat selesai pengerjaannya,” katanya mantap.

Sementara Sarudi, salah seorang tokoh setempat mengungkapkan, kebutuhan kayu untuk pengadaan tujuh buah berugak ini diperkirakan 27 m3 ( 145,8 m). Karena kebutuhan kayu ini berasal dari hutan adat, maka untuk memperolehnya pun diperlukan rekomendasi dari pihak UPTD Pertanian Kehutanan. “Rekomendasi ini dibutuhkan untuk penebangan kayu hutan adat dan waktu penebangannya pun diadakan ritual adat,” katanya.

Sementara Sekretaris Pembekel Adat Wet Sesait Masidep mengatakan masyarakat adat wet Sesait cukup aspiratif dan mendukung semua kegiatan prosesi maulid adat yang dilaksanakan sekitar bulan Februari mendatang. “ Ini adalah kegiatan positif, pengadaan semua fasilitas pendukung ritual adat perlu kita dukung,”katanya.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !