- advertisement -

KLU, MataramNews – Salah satu modal membangun suatu daerah adalah manusia dengan alam tempat  hidupnya.  Karena manusia yang dalam hal ini sebagai pememipin dimuka bumi ini yang mampu membangun komitmen kebersamaan dan melindungi alam sekitarnya.

Demikian dikatakan Gubenur Nusa Tenggara Barat (NTB), DR.TGH.M.Zainul Majdi, MA, ketika melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lombok Utara (KLU) 12/1 yang dipusatkan di Desa Senaru Kecamatan Bayan.

Menurut Gubernur, dalam membangun daerah, harus menanamkan komitmen kebersamaan, entail dia sebagai aparatur negara ataupun masyarakat, namun pada hakikatnya adalah kita mengemban amanah. “Partai boleh berbeda, jabatan boleh tidak sama, tapi perjuangan kita harus satu yaitu membangun daerah KLU yang lebih maju kedepan.

Selain itu gubernur yang didampingi beberapa SKPD provinsi mengaku terpesona melihat keindahan alam yang dimiliki KLU, seperti wisata air terjun. Tiga gili (Meno, Trawangan, dan Gili Air-red) dan lain-lainnya.

Menyoroti angka kemiskinan di KLU, gubernur yang dikenal dengan sebutan tuan guru bajang ini mengatakan, dari jumlah penduduk 200 ribu lebih, angka kemiskinannya mencapai 86,3 ribu orang atau 43,14 persen dan tertinggi bila dibandingkan dengan kabupaten lain di NTB. Namun dibalik itu, angka pengangguran masyarakat KLU, paling rendah yakni hanya mencapai 3,29 persen, jauh dibawah rata-rata kabupaten/kota se NTB.

Demikian juga dengan kondisi Kamtibmas, KLU masih bertengger diurutan pertama yang paling aman di provinsi NTB. “Dalam data, di KLU tidak pernah terjadi konplik horizontal, kecuali hanya dua kali terjadi konflik vertikal yakni antar masyarakat dengan pemerintah. Keamanan dan kenyamanan seperti ini perlu dipertahankan, karena ini sebagai modal untuk membangun KLU kedepan”, tegas gubernur.

Sehubungan dengan adanya pertemuan 10 negara ASEAN di provinsi NTB pada  bulan mendatang, yang salah satu agendanya akan berkunjung ke gili. Dalam hal ini gubernur minta agar pemerintah daerah menjaga kebersihan beberapa obyek wisata termasuk ditiga Gili.

Sementara untuk pembanguan pelabuhan Carik yang terletak di Desa Anyar Kecamatan Bayan, menurut gubernur termuda di Indonesia ini, untuk tahun 2012 pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp. 20 miliar, sehingga pada tahun 2013, pembangunannya bisa diselesaikan.

Bupati Lombok Utara, H. Djohan Sjamsu, SH dalam pengantarnya menjelaskan kondisi KLU yang sudah berusia empat tahun. Menurutnya, yang masih menjadi persoalan utama adalah mengentaskan kemiskinan. Karena data statistik menunjukkan angka kemiskinan KLU masih berada pada posisi tertinggi hingga mencapai 43,14 persen.

“Kami sudah membuat tim untuk melakukan pendataan ulang, agar pemerintah tahu berapa persisnya penduduk miskin. Dan dari data yang ditemukan oleh Dinas Sosial hanya ditemukan angka kemiskinan sekitar 26 persen lebih. Tapi disisi lain kita masih tetap berpedoman pada angka 43,14 persen sebagai wujud kominmen kami untuk mengentaskan kemiskinan”, katanya.

Untuk mengatasi kemiskinan ini, pemerintah KLU telah melakukan berbagai ikhtiar (usaha) seperti pemugaran rumah kumuh, memberikan modal usaha kepada 1000 orang pedagang bakulan, membantu kelompok nelayan dari mesin ketinting, jarring dan bantuan pusat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup nelayan.

Demikian juga dengan kelompok tani yang ada di 33 desa se KLU, semuanya sudah mendapat bantuan melalui Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), serta KLU sudah memiliki 191 kelompok ternak. Hasil monitoring ke lapangan setelah diberikan berbagai bentuk bantuan, banyak kelompok tani, nelayan maupun kelompok lainnya yang sudah berhasil, sehingga mereka dapat menyekolahkan anaknya, bahkan sudah ada yang bisa memamfaatkan limbah dari kotoran ternak menjadi pupuk kompos dan biogas untuk lampu penerangan.

Bupati KLU didepan pemerintah provinsi juga menyampaikan kondisi infrastruktur jalan, baik jalan desa, kabupaten maupun jalan provinsi yang panjangnya 400 km lebih, yang kondisinya cukup memprihatinkan. “Untuk prioritas awal, pemerintah KLU sudah membangun dan melakukan pengaspalan jalan  yang masuk ke daerah-daerah terpencil terutama yang mampu membangkitkan perekonomian masyarakat”, jelas, H. Djohan Sjamsu.

Hadir dalam kunker gubernur NTB, selain Bupati, juga tampak wakil Bupati KLU, H. Najmul Akhyar, SH.MH, Ketua DPRD KLU. Mariadi, S.Ag, semua kepala SKPD, Camat dan Kepala Desa se KLU. Kunker gubernur kali ini diawali dengan melihat secara dekat pembangunan pelabuhan Carik, dan diakhiri dengan kunjungan ke Ponpes Gauz Abdurrazzaq.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !