- Sekda Lombok Barat Drs. H. Moh. Uzair sedang memberikan sambutan

( LOBAR ), MATARAMnews – Louncing empat desa model di Lombok Barat (Lobar), 7/2/212, Kegiatan ini dibuka oleh Sekda Lobar Drs. H. Moh. Uzair. beretmpat di kantor Camat Gunung Sari yang melibatkan 235 orang peserta, utusan dari 25 desa yang ada di Kecamatan Batulayar dan Gunungsari. Pemerintah Lobar. BAPPEDA Lombok Barat. BPMPD, PNPM, Kelompok perempuan, kelompok muda, tokoh adat, LPA, ACCESS Phase II, serta pihak lainnya.

Dalam sambutannya Drs. H. Moh. Uzair, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap semua pihak yang telah memberikan perhatian dan dukungan terhadap Lombok Barat dalam mewujudkan cita-cita Pembangunan. Secara tegas belaiu mengatakan bahwa AusAID, adalah salah satu pihak yang telah mendukung berbagai upaya pembangunan di Lombok Barat.” Sambutnya.

Mengingat bahwa sampai saat ini potret kemiskinan, masih menjadi isu besar yang harus kita hadapi bersama. Sehingga dukungan dan kontribusi semua pihak, untuk mampu mengelola dan mengoptimalakan asset dan sumberdaya yang ada. Hari ini kita bisa menyaksikan bersama, dimana Warga Masyarakat dan Pemerintahan Desa, Kecamatan maupun Kabupaten dan LSM dengan didukung oleh pihak yang peduli menunjukkan kotribusinya dalam memperkuat desa dan pembangunan.” Tambahnya.

Praktek-praktek seperti ini harus dipertahaknkan dan terus dikembangkan kedepan. Oleh karena itu, Drs. H. Moh. Uzair, meminta kepada SKPD, terutama Bappeda dan BPMPD untuk menindaklanjuti perencanaan-perencanaan pembangunan Desa yang telah dihasilkan melalui proses partisipatif yang sangat luar biasa. Agar benar-benar terjadi kesesuaian dan sinkronisasi antara perencanaan masyarakat dengan perencanaan pemerintah.”jelasnya.

Dalam kesempatan ini pula, Koordinator Prog. ACCESS Phase II Propinsi NTB, Arif Mahmudi, mengharapkan agar Pemerintah dan semua pihak dapat menindaklanjuti dan menjadikan praktek-praktek baik yang telah Yayasan Tunas Alam dan masyarakat hasilkan, dijadikan sebagai bagian dari strategi pengembangan di Lombok Barat yang lebih baik dan berpihak pada kelompok yang selama ini kurang mendapatkan perhatian. Terutama proses-proses yang telah mereka lakukan untuk memastikan keterlibatan kelompok-kelompok rentan dan marginal.

Karena sangat ironis, jika berbicara pengentasan kemiskinan, namun justru tidak melibatkan mereka kelompok-kelompok miskian apalagi perempuan sebagai pelaku dan pengambil keputusan. Yayasan Tunas Alam Indonesia “SANTAI” salah satu Mitra Kerja ACCESS Phase II, telah mampu menghasilkan produk-produk perubahan yang luar biasa. Berbagai buku yang dipamerkan, merupakan bukti perubahan itu ada dan terjadi. Karena buku-buku tersebut berisikan praktek-praktek cerdas dan membanggakan para warga dalam keterlibatannya di berbagai proses pembangunan.

Hal ini membuktikan bahwa jika diberi ruang dan kesempatan, maka orang miskin, perempuan, kelompok pemuda dan kelompok marginal yang lain, juga mampu menunjukkan kontribusinya dalam pembangunan dimanapun. desa, kecamatan dan kabupaten Tantangan yang harus dijawab kedepan adalah bagaimana empat desa model ini benar-benar bisa dijadikan sebagai salah satu terobosan strategi pembangunan sekaligus tempat belajar, bagaimana kolaborasi dan kerjasama antara masyarakat, pemerintah dan LSM/NGO serta semua pihak dalam mewujudkan visi pembangunan yang lebih mencerminkan Tata Kepemerintahah Lokal Yang Demokratis.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !