- advertisement -

Tanjung, MataramNews – Banjir bandang yang teah memporak-porandakan infrastruktur dan wilayah Desa Bentek dua tahun silam (09/01/2009) dikenang masyarakat desa setempat dengan menghelat istighosah akbar, Senin (09/01). Acara tersebut dimulai tepat pukul 19.00 wita dihadiri Bupati Lombok Utara, H. Djohan Syamsu, SH, beberapa anggota legislatif KLU, para kepala SKPD, Camat Gangga, Kepala Desa Bentek, Kepala Dusun se Desa Bentek, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda hingga masyarakat luas.

Dalam pidatonya, Djohan Syamsu, mengatakan, banjir bandang yang terjadi di wilayah Desa Bentek dua tahun yang lalu telah melumpuhkan segala aktivitas sosial dan ekonomi warga setempat. Kelumpuhan segala aktivitas warga itu, disebabkan akses jalan di Desa Bentek rusak berat, akibat longsornya gunung mur pandan yang berada tepat di perkampungan warga Dusun Dasan Bangket. Untuk bangkit dari keterpurukan akibat kejadian naas itu, pemerintah daerah merehabilitasi bantaran kali Terangan dari hilir hingga hulu dengan membangun drainase.

Selain itu, setahun kemudian warga setempat bekerjasama dengan Koslata mengadakan reboisasi lingkungan dengan gerakan menanam pohon di sepanjang kali tersebut. Langkah itu ditempuh untuk menanggulangi terjadinya bencana serupa di masa-masa mendatang. Djohan Syamsu juga mengajak segenap elemen masyarakat agar bersinergi dengan pemerintah dalam membangun bumi Tioq Tata Tunaq agar cepat berkembang, maju, dan beradab sesuai harapan bersama.

Akan tetapi, tujuan yang telah ditetapkan akan terwujud bila dikawal dengan kebersamaan, persatuan seluruh elemen masyarakat dayan gunung. Disamping itu, juga diperlukan kreasi-kreasi dari masyarakat. Apalagi, dewasa ini piranti-piranti teknologi pendukung kreativitas seperti komputer dan internet tinggal dimanfaatkan.

Dalam kesempatan tersebut, bupati juga meminta masyarakat untuk mendukung penuh pembangunan proyek PLTMH yang ada di wilayah setempat. Proyek itu dapat memenuhi kebutuhan listrik seluruh masyarakat KLU, bahkan dipasok ke Mataram dan Lombok Barat.

Diakhir wejangannya, Bupati Djohan, mengingatkan masyarakat agar tetap memelihara dinamika lingkungan alam maupun lingkungan sosial demi menopang kehidupan yang harmonis, seimbang, rukun, damai dan sejahtera pada masa-masa selanjutnya.

 





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !