Plt. Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTB, Najamuddin (tengah, baju putih), saat memimpin rapat dengan seluruh Kabag, Kasubag beserta staf di Ruang Rapat Biro, Kantor Gubernur NTB, di Jalan Pejanggik Mataram, Jum'at (25/1/2019).
- advertisement -

MATARAM, MataramNews – Pertumbuhan ekonomi Provinsi NTB pada sektor non migas mengalami kenaikan 5 persen pada triwulan ke 3 di bulan September tahun 2011 lalu. Tren pertumbuhannya lebih dominan meningkat pada sektor pertanian, perkebunan, perdagangan dan jasa, namun kalau digabungkan dengan ekonomi migas pada sektor pertambangan menunjukkan angka penurunan hingga 3,35 persen, hal ini disebabkan karena perekonomian pada sektor migas pada tahun 2011 lalu tidak produktif.

Kepala  Biro Perekonomian NTB, Yoga Syafari, Jumat (13/1), mengatakan pertumbuhan ekonomi di NTB ahun 2011 sampai dengan triwulan ke 3 mengalami kenaikan hingga 5 persen dan menurut data BPS juga menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sama. Namun, pada sektor pertambangan digabungkan malah menunjukkan pertumbuhan yang negatif hingga 3,35 persen sampai dengan bulan September 2011 lalu.

Menurutnya, angka pertumbuhan ekonomi pada sektor pertanian khususnya produksi beras NTB mencapai 2, juta 56 ribu ton dan tahun 2012 ini ditargetkan meningkat minimal 5 persen menjadi 2 juta 100 ribu ton, meningkat dari tahun sebelumnya.

Selain itu sektor perkebunan yakni coklat setelah di rehabilitasi diharapkan pada tahun 2012 ini jumlah produksinya meningkat, begitu juga dengan peningkatan produksi tembakau yang tahun 2011 lalu sedikit terkendala dengan perubahan penggunaan bahan bakar akibat konfersi mitan ke gas.

Terkait kendala yang dihadapi petani pada sektor perkebunan tembakau dikarenakan konfersi minyak tanah ke gas, menurut petani tidak terlalu berarti sebab petani tembakau tidak lagi menggunakan mitan melainkan menggunakan solar.

“Malah hasil dari penggunaan bahan bakar solar lebih bagus dan pemerintah juga sudah mengalokasikannya untuk perubahan bahan bakar mitan ke solar tersebut”ujarnya.

Melihat tren perkembangan ke depan, kata Yoga pemerintah daerah merasa optimis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tahun 2012 ini dan diharapkan bukan dari sektor non migas saja, namun pada sektor migas juga diharapkan meningkat. Melalui sejumlah program seperti Visit lombok Sumbawa dan program unggulan lainnya pemerintah optimis target pertumbuhan ekonomi secara umum sampai bulan Desember 2012 nanti mencapai 6 persen.

“Kita harap di tahun ini pertumbuhannya bias mencapai 6 persen,”harap Yoga.