- advertisement -

MATARAM, MataramNews – Sistem pelayanan yang efektif dibeberapa Kantor Samsat, mendapat perhatian Kepala Jasa Raharja Cabang NTB Hairul Aswan, SE, pertemuan yang dihadiri Kanit Teknik Lalu Saripudin, SH, Kanit Humas dan Hukum I Ketut Suwana, SH, Kepala Dinas Pendapatan Provinsi NTB Drs. Lalu Suparman, Dirlantas Polda NTB yang diwakili Kasubdit Regident AKBP Karsiman, SIK, Kepala UPTD KPPDRD se-Pulau Lombok serta dari pihak Bank NTB. Pertemuan yang digelar di ruang Kerja Kepala Dinas Pendapatan NTB, Rabu (11/1).Membahas beberapa hal penting terutama yang yang terkait dengan system pelayanan yang terdapat di kantor Samsat.

Pertemuan yang membahas tentang efektifitas pelayanan di Kantor Samsat yang selama tahun 2011 telah diberlakukan lima hari kerja kembali menjadi topic bahasan guna mencari solusi terbaik menyangkut sistem pelayanan di kantor Samsat. Terkait dengan sistem pelayanan lima hari kerja yang telah diterapkan dirasa masih kurang efektif  sehingga dibutuhkan beberapa solusi untuk dibahas bersama-sama sehingga menemuka jalan terbaik. Ujar Drs.Lalu Suparman selaku Kepala Dinas Pendapatan Privinsi NTB ketika membuka dan memimpin rapat tersebut.

Sebagian besar  dari masing-masing mitra kerja yang hadir dalam rapat tersebut menyatakan  bahwa lima hari kerja yang di uji coba pada tahun 2011 memang dinilai kurang efektif. Alasannya, masyarakat atau Wajib Pajak harus diberikan waktu yang lebih luas untuk menunaikan kewajibannya membayar pajak  kendaraan  bermotor terutama dihari Sabtu sebagai pengganti hari-hari sibuk mulai Senin sampai Kamis. “Alangkah baiknya kalau dikembalikan menjadi enam hari pelayanan untuk memberikan waklu yang lebih banyak bagi WP,” ungkap Kepala Cabang.

Selain membedah masalah efektifas pelayanan dengan enam hari kerja, pada pertemuan tersebut juga diminta pendapat dari pihak Bank NTB terkait pelayanan di Bank NTB menyangkut uang pembayaran pajak dari WP yang akan disimpan di Bank NTB. “Khusus untuk hari Sabtu kami dari Bank NTB siap mengambil uang di Samsat sebagai uang titipan yang nanti akan dicacat dan dibukukan pada hari kerja berikutnya,” ujar pihak Bank NTB.

Setelah mendapatkan jalan keluar dan solusi terkait pelayanan enam hari kerja afektif, pihak Dispenda NTB yakni sekertaris Dipenda NTB kemudian membacakan hasil pertemuan yaitu mengembalikan pelayanan yang semula dari lima hari kerja menjadi enam hari kerja, yakni dengan jadwal ketentuan pelayanan Hari Sabtu mulai Jam 8.00 Wita-12.00 Wita dan untuk penyelesaian administrasi sampai dengan pukul 14.00 Wita. Dengan adanya kesepakatan tersebut pihak Dispenda NTB akan bersurat secara resmi ke Jasa Raharja, Kepolisian, Bank NTB terkait jadwal pasti pelaksanaan enam hari kerja. “Secepatnya akan kami kirim surat secara resmi,” ujar Kepala Dinas Pendapatan Provinsi NTB