- advertisement -

MATARAM, MataramNews – Untuk meningkatkan kualitas hidup remaja miskin dan marginal yang  jumlahnya masih cukup besar, Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kota Mataram menyelenggarakan workshop sinergi pembinaan kelompok-kelompok remaja miskin yang selama ini memasok angka kemiskinan cukup tinggi di Nusa Tanggara Barat.
Workshop yang dimulai sejak 12 sampai 14 Januari 2012 diikuti kelompok-kelompok remaja dari lima kabupaten/kota bertempat di Wisma Nusantara Jalan Suprapto, Seruni Mataram serta dirangkaikan dengan acara mujahadah yang dipimpin KH. Hasyim As’ary asal Magelang Jawa Tengah.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 wita bertujuan memberi latihan pengembangan keterampilan kepada para remaja miskin yang belum mempuyai pekerjaan untuk mengubah kondisi hidup mereka di masa akan datang. Selain itu, kegiatan tersebut diarahkan untuk penguatan kapasitas kelembagaan dan jaringan Lakpesdam di tengah masyarakat maupun di hadapan lembaga pemerintahan daerah.

Sekjen DPA NTB, Baiq Ely Mahmudah, yang mewakili Kepala Bappeda propinsi Nusa Tenggara Barat, mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari itu merupakan bentuk kepedulian Lakpesdam, NU Kota Mataram dan DPA NTB guna mengurangi angka pengangguran masyarakat khususnya para remaja yang tergolong miskin di wilayah bumi gora.

Pembinaan dan pemberdayaan kaum remaja, menurutnya,  memerlukan peran aktif dan kerjasama yang sinergis pelbagai pihak (multystakeholder) baik pemerintah, swasta dan pengusaha, disamping juga memantapkan kapasitas lembaga Lakpesdam dan NU di tengah masyarakat maupun pemerintah.  “Kita harus perlu membantu dan membina para remaja kita yang saat ini masih hidup dibawah garis kemiskinan supaya mereka dapat bangkit dari keterpurukan dan himpitan ekonomi yang amat dahsyat,” pungkasnya.

Sementara itu, Fairuz Abadi, SH, mengatakan, menusia memiliki dua persolan besar di muka bumi yakni masalah pemenuhan kebutuhan hidup dan kebutuhan biologis serta psikologis. Sebagai pimpinan puncak NU Mataram, ia mengungkapkan, NU dan LAKPESDAM setempat sedang bergegas untuk membangkitkan diri keterpurukan yang di alami. Disamping itu, NU Kota Mataram juga menjalankan misi pemberdayaan lewat pendampingan masyarakat beserta advokasi akan pentingnya peran mereka berpartisipasi dalam proses-proes pembangunan daerah. Apalagi, sambung Abu Macel panggilan akrabnya, menuturkan NU Kota Mataram pada dasarnya organisasi massa keagamaan yang memiliki anggota paling banyak di level nasional, bahkan internasional.

Dikatakan Abu Macel, sulit mencari indikator  yang dapat dijadikan indikator kaum miskin dan termarginalkan sehingga NU harus mulai bergerak dengan kata-kata positif sedari saat ini.  Ke depan, Abu berpesan, pasalnya kata-kata dapat meningkatkan mutu kehidupan masyarakat. Apa yang dilakukan lakpesdam hingga saat ini murni membantu masalah supaya dari masalahnya. Kegiatan pelatihan bagi remaja-remaja perkotaan dimungkinkan untuk menjauhkan mereka dari jeratan globalisasi dunia yang begiitu hebat. Pelatihan serupa juga dikakukan tahun 2011 misalnya   masalah avdokasi warga terhadap pemerintah.

Sedangkan fasilitaor workshop sekaligus pengurus DPA NTB tersebut, mengharapkan pengetahuan dan wawasan konsep pemberdayaan warga nahdiyin mesti luas dan akses jaringan yang memadai. Dalam pandangannya, ia juga menuturkan, ia merasa sangat apresiatif mengikuti yang diseenggarakan Lakpesdam Kota mataram,. Dalam meleraikan masalah, setiap orang harus  mampu mengidentifikasi dan memberikan solusi terhadap masyalah maupun proyeksi kedepan yang dapat dijadikan acuan advokasi di tngah-tengah kehidupan masyarakat. Lakpesdam, menurutnya, harus mampu membaca, dan merumuskan masalah, kebutuhan dan tujuan  NU di kota matraram  dalam mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki para pemuda maupun pemudii. Sehingga, hal tersebut bisa mendukung dan menopang sumber-sumber daya pembangunan yang ada, selain mewujudkan NTB Bersaing 2013 dan tahun-tahun selanjutnya“ terangnya pada puluhan peserta workshop ketika dikonfirmasi MataramNews.

Ia mengingatkan Lakpesdam mesti bermitra secara sinergis dengan multystakeholder dalam memberdayakan kelompok-kelompok remaja miskin dan kaum marginal. “Kerjasama dan mitra dua hal yang paling diperlukan dalam proses pembangunan daerah. Kemudian, bagaimana  membangun proyeksi tentang masa depan pemberdayaan umat juga tak kalah pentingnya diperlukan sebuah tindakan nyata yang bermanfaat bagi masyarakat.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !