Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, meresmikan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Instan Konvensional (RIKO) di Dusun Magling Desa Senaru dan di Dusun Tanjung Busur Desa Akar Akar Kecamatan Bayan, KLU (26/1/2019).

LOTIM, MataramNews – Sembalun yang semula bernama Sembahulun Kabupaten Lombok Timur, selain dikenal dengan sajian wisata alam Gunung Rinjani yang indah, juga dikembangkan wisata berbasis kearifan lokal.

Salah satu pengembangan wisata budaya dan kearifan lokal ini, dengan dihidupkannya kembali profil dan performa Bale Adat atau rumah adat Sembalun. Sumber dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lombok Timur mengatakan, pembangunan bale adat ini sudah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir.

“Sekarang dibangun tujuh unit bale adat dan tujuh lumbung, bersamaan dengan penembokan keliling di lapangan Sembalun Bumbung,” kata Gupran, Kadisbudpar Lombok Timur. Dana pembangunan bale adat ini bersumber dari APBN senilai 1 miliar rupiah lebih, yang tujuannya untuk meningkatkan pemukiman yang mengandung nilai budaya dan kearifan lokal.

Selain di Sembalun, pemerintah Lombok Timur juga melakukan penataan di Desa Sajang dan Bilok Petung yang memilki potensi wisata budaya dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Utara. Pembangunan tujuh unit bale adat dan tujuh lumbung, berdasarkan nilai sejarah di Sembalun, yang konon awalnya dihuni oleh tujuh orang orang tokoh  yang berpindah dari Sembalun Lawang ke Sembalum Bumbung.

Dan bila bangunan ini sudah selesai, rencananya akan dikelola secara kolektif unntuk mendukung ekonomi masyarakat terutama transaksi menjual hasil bumi. Bangunan ini dilengkapi dengan pembangunan pasar tardisional yang diremajakan, dan kedepan menjadi daya tarik tersendiri bagi para
wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !