- advertisement -

DOMPU- MataramNews – Tuna merupakan ikan yang memiliki nilai jual yang tinggi, serta menjadi salah satu komuditas kelautan yang di ekspor. Kecamatan Kilo, yang terleletak di ujung utara Kabupaten Dompu, sekitar ± 70 kilometer dari kota Dompu, atau berkisar dua jam perjalanan ditempuh dengan kendaraan pribadi. Adalah salah satu daerah penghasil ikan tuna,

Tepatnya di Desa Malaju, Dusun Paropa,  nelayan setempat, setiap harinya menangkap ikan Tuna di lautan lepas. Rata-rata tangkapan tiap nelayan, 5-7 ekor tuna, berat berkisar 25 Kg, 50 Kg bahkan sampai 100 kilogram lebih per ekor.

Beberapa nelayan di dusun Paropa yang ditemui MataramNews Jum’at (13/1) kemarin menuturkan, bahwa kebiasaan nagkap ikan tuna sudah berlangsung selama dua tahun. Sebelumnya para nelayan ini, hanya menangkap ikan-ikan kecil. Namun setelah salah satu nelayan memulai menangkap ikan tuna, akhinrnya para nelayan tersebut termotimfasi pula.

“Alhamdulillah, pendapatan kami meningkat dengan hasil tangkap ikan tuna,” ujar beberapa nelayan. Tuna dalam bahasa Bimanya adalah Bangkuni ini, menurut para nelayan setiap bulan tetap bisa ditangkap, namun hasil tangkapan ikan Tuna bertambah sekitar bulan 5 sampai bulan 10.

Kendati demikian, para neelayan tersebut, mengalami beberapa kendala, semisal, tidak adanya pasokan es balok, melainkan hanya tersedia es batangan hasil proses pembekuan kulkas, “ Kami sangat membutuhkan es balaok, namun sayangnya di daerah kami tidak ada yang memproduksinya,” tutur para nelayan.