KLU, MataramNews – Untuk menjadikan desa se Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi desa mandiri, maka pembangunan kedepan lebih diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat terutama masyarakat miskin dan terpinggirkan.

Demikian dikatakan, camat Bayan, Pahri, S.Pd yang diwakili Sekcam Bayan, Baiq Rusmiatun, ketika memberi sambutan pada acara Musyawarah Rencana Pembangunan Desa (Musrenbang-Des)  di Desa Karang Bajo Kecamatan Bayan, 16/1 di aula kantor setempat.

Menyoroti Musrenbang, menurut Rusmiatun  merupakan proses pembangunan untuk mencari input ataupun output  sebagai keluaran untuk dapat dibahas pada Musrenbang ditingkat kecamatan maupun kabupaten. “Apa yang sudah terdanai tahun lalu, supaya tidak muncul lagi pada Musrenbang-Des”, jelasnya.

Dikatakan, dalam membangun desa, dapat bersinergi dengan program yang dijalankan lembaga Access, karena selama ini, lembaga tersebut dalam programnya akan melakukan kontribusi terhadap proses pembangunan ditingkat desa dengan membentuk Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (KPMD).

“Pemerintah desa dapat berkoordinasi  dengan Access  terutama dalam melakukan pemberdayaan  terutama terhadap masyarakat yang tergolong masih miskin dan terpinggirkan, agar mereka mau membangun dirinya sendiri dan berpartisipasi dalam pembangunan di desa”, katanya.

Kepala Desa Karang Bajo, Kertamalip dalam kesempatan tersebut mengaku, Musrenbangdes merupakan program wajib dilakukan setiap tahun untuk memperkuat beberapa usulan yang belum terdanai tahun lalu, sekaligus mengkaji dan membahas usulan-usulan dari masyarakat.

Menyoroti ketidakhadiran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) KLU, pada setiap dilakukan MusrenbangDes, Kepala Dusun Kopang, Sukiono, menilai, kalau Desa Karang Bajo dianaktirikan oleh para wakil rakyat terutama wakil yang berasal dari Kecamatan Bayan.

“Desa kita (Karang Bajo-red) seperti di anaktirikan oleh dewan, buktinya satupun tidak ada yang hadir dalam setiap acara MusrenbangDes”, tegas Kadus yang cukup energik ini. Jadi kedepan, desa kita perlu memilih dewan sendiri sekaligus mencari figur yang tepat sehingga tidak ada alasan lagi untuk mereka tidak hadir pada saat MusrenbangDes seperti hari ini.

Dalam sesi dialog, berbagai program pembangunan sarana dan prasarana muncul kepermukaan, seperti pembangunan Polindes, pembukaan jalan baru yang menghubungkan Dusun Kopang dengan Pelabupati, pembuatan lapak pedagang kaki lima di pinggir lapangan umum Desa Karang Bajo, penanggulangan banjir dan longsor di Dusun Lokok Aur dan lain-lain.

Terkait pendanaan dari PNPM, ternyata masih mengarah kepada pembangunan fisik seperti Posyandu, kendati sudah berkali-kali disosialisasikan bahwa perencanaan PNPM tahun 2013 lebih kepada pemebrdayaan ekonomi masyarakat.

Alasannya mengusulkan pembangunan Polindes, karena dianggap sangat dibutuhkan oleh masyarakat dan mengingat desa Karang Bajo merupakan desa siaga aktif. “Kita bangun sumber daya desa ini dengan memulai meningkatkan kesehatan masyarakat”, kata Baiq Rusmiatun.

“Salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat adalah dengan membangun lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) dipinggir lapangan umum Karang bajo. Karena selain dapat memperbanyak pedagang, juga dapat meningkatkan penghasilan bagi PKL, dan pembangunannya bias didanai dari PNPM”, kata Harli memberi alasan ketika mengusulkan pembangunan lapak tersebut.

Usulan tersebut ditimpali oleh Sekcam Bayan, bahwa untuk pembangunan lapak PKL dapat diusulkan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disprindagkop) KLU. “Untuk usulan lapak bisa ke Disprindgkop, karena dinas tersebut memilki program itu”, kata Sekcam Bayan.

Hadir dalam MusrenbangDes Karang Bajo, selain Sekcam Bayan, juga tampak Kasi PMD yang diwakili, R. Sawinggih, kepala UPTD, para kepala dusun, tokoh masyarakat dan pemuda se desa Karang Bajo.





Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !