Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah menerima Ketua KPU NTB, Suhardi Soud dan jajarannya di ruang kerjanya, di Kantor Gubernur NTB Jalan Pejanggik Mataram, Selasa (29/1/2019).
- advertisement -

LOTENG, MataramNews – Adanya galian C yang beroprasi di wilayah Desa Bagu dan Menemeng Kecatamatan Pringgarata Lombok Tengah (Loteng), sangat berdampak secara kesehatan dan infrastruktur. Jalan semakin rusak akibat berporasinya galian tersebut, padahal beberapa kali pihak pemkab Loteng turun untuk menegur hingga menyetop galian tersebut hasilnya masih tetap saja beroprasi sampai saat ini.

Terkait kondisi jalan dan galian C tersebut, Qomarul Huda mahasiswa SATIKES mengatakan, “hanya jalan ini saja yang kami bisa lewati untuk bisa sampai ke kampus, jadi kami juga sering bicarakan masalah ini dan kami sampaikan keluhan kami ini pada lembaga, karena kami sebagai calon-calon tenaga kesehatan harus sehat, bagaimana kita dan masyarakat bisa sehat kalau kondisinya seperti ini”, ungkapnya.

Desa Bagu merupakan pusat pendidikan, namun hal tersebut tidak menjadi perhatian semua elemen, buktinya dengan adanya galian C tersebur sangat menggangu aktivitas pendidikan terutama bagi mahasiswa yang datang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang ada di Bagu, ungkap Drs. HL. M. Amin kepala puskesmas Bagu yang juga Wakil Ketua STIKES Qamarul Huda pada saat dikompirmasi di ruang kerjanya 16/1/2012.

Bahkan para mahasiswa yang datang maupun pulang kalau musim panas jalan-jalan yang dilewati sudah rusak dan berdebu akibat truk-truk pengangkut hasil galian, baju yang mereka pakai kalau sampai di kampus menjadi kotor apalagi para mahasiswa STIKES Qamarul Huda yang berpakaian putih-putih, jelasnya.

Belum lagi kalau lewat jalan tersebut harus memakai masker karena debu-debu tersebut membuat kesehatan terganggu, ujarnya. “Kami juga di lembaga perguruan tinggi sering mendengarkan apa yang menjadi keluhan mahasiswa bahkan dari para pendidik pun menyampaikan hal serupa kepada kami,” ungkapnya.

Sedangkan masyarakat yang akan kami layani dengan cepat di puskesmas menjadi terhambat karena kondisi jalan dan banyaknya truk-truk yang keluar masuk mengangkut hasil galian, jelasnya. Bagi ibu-ibu yang belum saatnya melahirkan dengan kondisi jalan yang rusak mengakibatkan terpaksa melahirkan. Tuturnya.

Hal ini juga berdampak terhadap kurang lancarnya perekonomian masyarakat di desa akibat jalan rusak dan kesehatan masyarakat semakin terganggu. Sedangkan bagi kami di puskesmas kalau musim panas debu-debu dari truk-truk pembawa hasil galian membuat semua bangunan menjadi kotor, sehingga sering terlihat kotor dipuskesmas, apalagi saat musim hujan beberapa ruas jalan yang sudah berlubang dan tergenang air dan tanah-tanah galian tersebut dijalan menjadi licin sehingga terjadi kecelakaan, ungkapnya.

Harapan kami agar jalan Menemeng sampai Bagu segera di aspal, karena sering para pejabat pemerintah pusat datang berkunjung ke ponpes Qamarul Huda, jelasnya.