LOTENG, MataramNews – Ratusan massa Tenaga Harian Lepas (THL) Lombok Tengah (Loteng) kembali mendatangi kantor Bupati guna menuntut haknya yang selama satu tahun tak terbayarkan oleh pemkab Loteng.

Massa THL yang didampingi oleh ALARM dan SUAKA langsung menerobos masuk ke kantor Bupati Loteng 16/1/2012. Terlihat ratusan THL mendatangi kantor bupati Loteng dengan mneggunakan kendaraan roda dua. Setibanya dihalaman kantor, mereka lansung menginjak-injak hingga robek dan meludahi baliho Bupati Loteng HM. Suhaili dan Wabup HL. Normal Suzana yang dibawa para pendemo dari luar.

Dalam aksi tersebut, massa THL dan SUAKA menerobos masuk kekantor Bupati Loteng, anggota polisi dan pol PP yang berjaga saat itu tak bias berbuat banyak, kemudian massa   menerobos masuk ke ruangan aula Bupati dan langsung duduk didalam aula.

Di dalam aula sempat terjadi lemparan gelas hingga terdengar suara pecahannya sampai keluar rungan, namun lemparan tersebut tidak ada yang tahu siapa pelakunya hingga massa mulai mereda diruangan tersebut.

Massa THL tetap bertahan sampai tuntutan mereka terpenuhi, mereka terlihat kecewa karena tak satupun pejabat pemkab yang menerima langsung. Berjam-jam massa THL ini menguasai kantor Bupati ahirnya Asisten I HL. Danial dan Asisten III HM. Nursiah pemkab Loteng menemui massa THL di aula kantor Bupati.

Dalam penyampaiannya Asisten I HL. Danial mengatakan apa yang menjadi tuntutan para THL sudah kami koordinasikan dan konsultasikan kepada Gubernur NTB, dan hasilnya tetap seperti semula jangan sampai keputusan yang akan kita ambil melanggar PP, kami berkonsultasi terkait solusi yang kami usulkan dan Gubernur NTB menyetujuinya, sedangkan untuk taliasih tidak bisa digunakan karena menyalahi PP, ungkapnya.

Sedangkan Asisten III HM. Nursiah menyampaikan hasil konsultasi bersama Gubernur NTB yang di setujui yaitu kami merencanakan kebijakan untuk para THL dengan memprogramkan wira usaha berbagai jenis nantinya, dimana para THL ini akan diberikan perorangan dalam bentuk pelatihan dibekali ilmu dan nantinya akan diberikan modal usaha, jelsanya.

Dan para THL berhubungan langsung dengan bersama masing-masing SKPD, kami sudah putuskan permasalahan ini bersama SKPD, semua SKPD akan melaksanakan apa yang menjadi keputusan kami, ungkapnya. Insya’Allah semua akan berjalan dengan lancar dan sesuai dengan keinginan para THL, karena ini merupakan solusi untuk menyiasati keluhan para THL terkait gaji selama tahun 2011 yang belum mereka terima, jelasnya. Hal ini akan kami ajukan pada APBD P 2012, ujarnya.

Lalu Izzi dari ALARM mengatakan “apa yang telah disepakati dan menjadi kebijakan pemkab Loteng untuk para THL, selanjunya para THL ini meminta kejelasan terhadap SK, ungkapnya. Jadi gaji para THL selama satu tahun akan diberikan nanti pada APBD P 2012 dengan bentuk program-program pelatihan setelah itu akan diberikan modal usaha bagi para THL. Bisa saja berbentuk barang ataupun uang, jelasnya.

Massa THL setelah mendengarkan apa yang menjadi kebijakan pemkab Loteng mereka mendatangi kantor BKD Loteng untuk menanyakan terkait masalah SK-SK yang sudah di verifikasi. Namun kepala BKD tidak ada dikantornya bahkan sekretarisnyapun tidak ada, mereka akan menduduki kantor BKD sampai apa yang menjadi keinginannya para THL terpenuhi yaitu bertemu dengan kepala atau sekretaris BKD Loteng. Terlihat massa THL masih bertahan dikantor BKD hingga sore hari. 




Unduh versi Android situs berita Mataram News DISINI !