- advertisement -

KLU, MataramNews – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Lombok Utara (DPRD-KLU) kembali menyoroti pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang dibangun tidak jauh dari kantor Bupati KLU. Pasalanya banguanan yang menghabiskan anggaran daerah sebesar Rp 3 miliar lebih itu hanya berupa bangunan dasar dan tiang.

Anggota DPRD KLU, Ardianto, SH,  senin 16/1 mengatakan, hingga batas akhir pembangunan gedung RSUD itu pada Desember tahun 2011 lalu, hasilnya hanya berupa bangunan dasar dan tiang-tiang lantai satu dan dua.

“Anggaran Rp 3 miliar lebih hanya bisa membangun dasar dan tiang-tiang saja, tanpa ada rangka atapnya, ini tentu menjadi perhatian kita bersama, sementara kita lihat bangunan-bangunan besar lainnya di lombok utara, seperti bangunan kantor bupati yang sekarang, hanya menghabiskan tidak lebih dari Rp 4 miliar, dengan atap dan sekat ruangan lengkap,” ungkapnya kemarin.

Dikatakan Ardianto, bangunan ini memang berukuran cukup besar, tapi jika dilihat-lihat dari jenis bangunannya, yang hanya baru berdiri tiang beton lantai pertama dan lantai 2, rasarnya belum mencapai atau menghabiskan anggaran Rp 3 miliar lebih.

Ardianto menambahkan, awalnya, anggaran sebesar Rp 4,7 miliar yang diminta untuk dana pendamping saat awal rencana pembangunan gedung ini beberapa waktu lalu, dimaksudkan untuk membangun sejumlah fasilitas poli termasuk gedung apotik, sebagai syarat untuk mendapatkan bantuan dana pusat, tapi nyatanya, hanya mampu membangun rangka saja,” cetus politisi senior Partai PPRN itu.

DPR pernah menanyakan prihal bangunan RSUD ini, pada saat pembahasan anggaran APBD 2010 lalu, yang dulu katanya anggaran itu diperuntukan untuk membangun sejumlah fasilitas poli, namun belakangan dijawab, uang itu hanya untuk membangun rangka bangunan saja, bukan fasilitas poli lengkap.

“Kalau memang anggaran itu hanya untuk membangun dasar dan rangka saja, kenapa dulu pada saat pembahasan anggaran eksekutif mengatakan hal yang berbeda, kalau tahu begini, mungkin DPR sekalian saja menganjurkan agar membangun poli sekalian, bukan hanya rangka, kan bisa kita tambah anggarannya,” tegasnya lagi.

Disebutkan dalam APBD 2012 kemarin, pengajuan anggaran sebesar Rp 9 miliar yang diajukan oleh Dikes KLU akhirnya disetujui DPRD dengan berbagai pertimbangan. Hal itu juga dimaksudkan agar Dikes tidak bias lagi meminta anggaran tambahan sampai bangunan RSUD ini rampung dikerjakan.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr Benny Nugroho, saat berusaha dikonfirmasi wartawan dikantornya, tidak berada ditempat, karena sedang mengikuti kegiatan di Bayan, “Bapak sedang mengikuti kegiatan di Bayan,” ungkap salah satu stafnya.